Aktivitas PETI Ancaman Buruk Bagi Iklim di Wilayah Provinsi Jambi



Selasa, 20 Desember 2022 - 12:18:28 WIB



Suasana Paparan Akhir Tahun Warsi, Selasa (20/12/2022)/foto : Ratnasari.
Suasana Paparan Akhir Tahun Warsi, Selasa (20/12/2022)/foto : Ratnasari.

JAMBERITA.COM- Direktur KKI Warsi Jambi Adi Junedi mengatakan meningkatnya Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) imenjadi ancaman buruk bagi iklim di wilayah Provinsi Jambi.

Adi menjelaskan dari hasil analisis citra Sentinel 2 terlihat bukaan alur Sempadan Sungai yang dilakukan penambang emas liar semakin naik 8 persen, dari tahun sebelumnya pada tahun ini sudah mencapai 45.896 hektare (ha) atau naik 3.535 ha.

Dari jumlah luar areal Pertambangan tanpa izin (PETI) dari tahun 2016-2022 terus terjadi kenaikan. Bahkan penambangan emas ilegal ini semakin masuk jauh kedalam hutan. "Kerusakan yang terjadi di kawasan yang di tambang ini akan memperburuk kualitas hidup masyarakat yang tinggal disekitar areal dan masyarakat di hilirnya,"katanya saat pemaparan didepan awak media. Selasa (20/12/22).

Warsi menuntut pemerintah mengambil langkah tegas untuk menghentikan penambangan emas ilegal liar ini. Pada dasarnya berdasarkan pengalaman mendampingi masyarakat sebenarnya masyarakat sendiri takut dengan aktivitas tambang liar, namun permasalahan ekonomi menjadi salah satu faktor yang membuat masyarakat terpaksa melakukannya.

"Dari pengamatan di lapangan, para penambang ini juga tidak merasakan ketenangan dalam mencari sumber ekonomi, mereka sangat terbuka jika ada sumber ekonomi yang bisa diolah dan dikerjakan tentunya bernilai ekonomi tinggi," ungkapnya.

Sebelumnya sejak 2017, Warsi sudah melakukan uji coba pengembangan kelompok petani Kakao yang sebagai dari kelompok ini adalah bekas penambang yang sadar dan kembali berladang dengan komoditi kakao. "Kini petani ini sudah bisa menjual hasil panen kakao mereka menjadi sumber ekonomi warga desa,"tuturnya.

Sebagai informasi dari hasil analisis Sentinel 2 unit GIS KKI Warsi November 2022 pada 6 kabupaten di Provinsi Jambi dari tahun 2016-2022 terhadap luas areal PETI.

1. Kabupaten Sarolangun pada tahun 2016 Luas areal PETI 6.370 ha tahun 2017 ha naik 13.762 ha tahun 2019 naik 14.126 ha tahun 2020 naik lagi 15.254 ha tahun 2021 naik 15.659 ha dan tahun 2022 naik 15.878 ha.

2. Kabupaten Merangin, pada tahun 2016 luas areal PETI 4.556 ha tahun 2017 naik 9.679 ha tahun 2019 naik 13.349 ha pada tahun 2020 naik 15.812 ha tahun 2021 naik 15.857ha dan tahun 2022 naik 16.072 ha.

3. Kabupaten Bungo dari tahun 2017 luas areal PETI 4.094 ha, tahun 2019 naik 4.711 ha tahun 2020 naik 5.611 ha tahun 2021 naik 6.748 ha dan tahun 2022 naik 8.801 ha.

4. Kabupaten Tebo dari tahun 2019 luas areal PETI 2.562 ha tahun 2020 naik 2.851 ha tahun 2021 naik 4.090 ha dan tahun 2022 naik 5.101 ha.

5. Kabupaten Kerinci dari tahun 2019 luas areal PETI 47 ha, tahun 2020 naik 29 ha, tahun 2021 turun 7 ha dan tahun 2022 naik menjadi 44 ha.

6. Kabupaten Batanghari dari tahun 2019 luas areal PETI 37 ha. Dari 6 kabupaten didapatkan jumlah keseluruhan pada tahun 2016 luas areal PETI (10.926 ha) tahun 2017 (27.535 ha) tahun 2019 (33.832 ha) tahun 2020 (39.557 ha) tahun 2021 (42.361 ha) dan tahun 2022 (45.896 ha).(tna)





Artikel Rekomendasi