JAMBERITA.COM- Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk merubah perlakuan masyarakat Indonesia yang konsumtif adalah melalui pengelolaan keuangan rumah tangga.
Dengan menyadarkan pengelolaan keuangan sederhana sesuai dengan prinsip dalam manajemen yang efisien dan efektif diharapkan akan memberikan sumbangan terhadap perubahan pola hidup konsumtif kearah pengelolaan keuangan yang lebih baik, rumah tangga diharapan tidak menghabiskan seluruh pendapatan yang diterima yang pada akhirnya dapat menyisihkan pendapatan untuk ditabung dan digunakan dalam meningkatkan investasi keuangan.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jambi yang berasal dari Dosen Fakultas Ekonomi Senin tanggal 15 Agustus 2022 yang lalu telah melaksanakan pelatihan kepada Ibu-ibu rumah tangga di lingkungan Desa Simpang Karmeo, Kecamatan Bathiin XXIV Kabupaten Batanghari.
Tim terdiri dari Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jambi yang berasal dari Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Akuntansi yang terdiri dari Salman Jumaili, SE, Ak, M.Si, CA, Dr.Mukhzarudfa, SE, M.Si, Dr. Achmad Hizazi, SE, M.Com., Ak., CA, Dr. Sri Rahayu, SE, M.SA, AK, CA, dan Reni Yustien, SE, M.Si.Ak, CA.
Metode yang digunakan dengan pendekatan diskusi/tanya jawab dimulai dari tahapan perencanaan, tahapan pelaksanaan dan diakhiri dengan tahapan evaluasi. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam rangka mendukung visi dan misi Universitas Jambi (UNJA). UNJA telah menetapkan “A World Class Entrepreneurship University” sebagai visi. Kewirausahaan bukan hanya terkait dengan bidang usaha ekonomi.
Ada tiga hal yang penting yang harus diperhatikan dalam merencanakan keuangan untuk hari mendatang, yaitu: Keuangan untuk sehari-hari, Keuangan untuk pengeluaran mendadak, dan Keuangan untuk jangka panjang. Perencanaan pertama yang bisa dikendalikan yaitu keuangan untuk pengeluaran kehidupan sehari-hari. Ibu rumah tangga sangat mengetahui pengeluaran untuk kehidupan sehari-hari seperti biaya listrik, biaya air, biaya untuk membeli makanan, dan biaya akhir pekan. Di dalam kelompok ini termasuk juga biaya untuk transportasi pergi-pulang kantor dan biaya makan siang di kantor, serta biaya sandang (pakaian dan sepatu) untuk seluruh keluarga. Lebih baik rencana pembiayaan ini dilakukan dengan rancangan periode setahun supaya lebih baik mengaturnya dan kemudian dibagi dalam periode bulanan selama dua belas bulan. Biaya sandang selalu dikeluarkan tidak sekali sebulan, tetapi sekali dua atau tiga bulan.
Sebagian besar penghasilan dalam suatu keluarga dialokasikan untuk pengeluaran rumah tangga seperti mencukupi kebutuhan primer, kegiatan sosial, hiburan dan lainnya. Selain itu penghasilan harus dialokasikan untuk menabung atau berinvestasi, dana tabungan dapat digunakan jika terdapat kebutuhan yang mendesak atau mendadak. Pengeluaran rumah tangga juga dapat dibedakan menjadi pengeluaran harian, bulanan dan tahunan. Pengeluaran harian berhubungan dengan kebutuhan sehari-hari misal untuk makan dan minum, sedangkan pengeluaran bulanan adalah pengeluaran yang dilakukan satu bulan sekali. Contoh pengeluaran bulanan adalah pengeluaran untuk membayar listrik, air, asuransi, iuran sekolah anak. Sedangakan pengeluaran tahunan hanya dilakukan setiap satu tahun sekali, misalkan membayar pajak kendaraan.
Peran ibu rumah tangga dalam keluarga tidak hanya sekedar mengurus suami, anak dan keperluan rumah tangga tetapi juga berperan untuk mengatur keuangan atau ekonomi keluarga. Sebesar apapun jumlah pendapatan atau penghasilan keluarga jika tidak didukung dengan perencanaan dan pengelolaan keuangan yang baik maka hasilnya juga tidak efisien. Ketidakmampuan melakukan perencanaan dan pengelolaan keuangan dapat mengakibatkan pengeluaran yang lebih besar dari jumlah penghasilan. Jika antara pengeluaran dan penghasilan tidak seimbang atau bahkan jumlah pengeluaran lebih tinggi dari penghasilan, maka akan menimbulkan utang. Utang jika tidak dikelola dengan baik justru akan memperburuk kondisi keuangan keluarga. Kondisi keuangan keluarga yang tidak stabil dapat memicu terjadinya konflik keluarga. Apalagi jika diikuti dengan peningkatan harga kebutuhan rumah tangga dan kurangnya pemahaman dalam melakukan perencanaan dan pengelolaan keuangan.

Peningkatan pemahaman pengaturan keuangan keluarga sederhana oleh Ibu-ibu sehingga pelatihan ini diharapkan mampu membuat perencanaan keuangan yang bermanfaat dalam mengelola keuangan rumah tangga. Berikutnya terkait motivasi peserta pelatihan untuk melakukan pembuatan anggaran untuk menabung dan berinvestasi dalam mengelola keuangan.
Metode yang digunakan dalam melaksanakan kegiatan ini adalah dengan melakukan diskusi dan koordinasi terlebih dahulu kepada Kepala Desa dan ibu-ibu PKK Desa Simpang Karmeo yang termasuk didalamnya terkait dengan pelaksanaan dan sasaran masyarakat wilayah setempat. Pelaksanaan pada awalnya peserta pelatihan diberikan pemahaman tentang manfaat dan pentingnya perancanaan keuangan keluarga. Peserta pelatihan berikutnya diberikan penjelasan tentang cara penyusunan laporan keuangan sederhana, kemudian peserta dilatih untuk membuat perencanaan keuangan keluarga dengan template atau lembar kerja yang sudah disediakan, sehingga mempermudah dalam pembuatan dan pada akhirnya mampu menghasilkan perencanaan keuangan keluarga yang matang dan baik.
Ternyata mudah sekali untuk membuat perencanaan keuangan bagi rumah tangga. Ingatlah selalu akan tiga langkah mudah untuk menjadikan keuangan keluarga yang lebih sejahtera.
Tetapkan apa saja tujuan keuangan dalam rumah tangga. Jadikan prioritas yang lebih penting didahulukan daripada yang kurang penting. Gunakan factor kebutuhan dibandingkan daripada keinginan dalam membantu Anda menyusun rencana keuangan tersebut.
Lakukan periksa dompet secara berkala setidaknya 1 tahun sekali. Cari tahu di bagian mana keuangan terdeteksi kurang sehat dengan menggunakan empat rasio periksa dompet beserta patokan angka idealnya sebagai pembanding. Cari solusi agar keuangan kita lebih sehat.
Buatlah anggaran rumah tangga secara bulanan untuk membantu mengalokasikan dan mengelola penghasilan yang diterima. Anggaran rumah tangga sebaiknya mengikutsertakan porsi tabungan dan investasi untuk membantu meraih berbagai impian-impian masa depan yang dapat menjadikan keuangan keluarga menjadi lebih sehat dan sejahtera.(*)
Basarnas Jambi Cari Pemuda Hilang Diterkam Buaya saat Mancing
Wabup Hairan Hadiri Pertemuan Aksi 7 Publikasi Data Stunting Tanjabbar 2022
Bupati Bersama Gubernur Laksanakan Gerakan Panen Cabai Merah Kelompok Tani
Perancang Kanwil Kemenkum Jambi Kawal Penuntasan Ranperda Insentif & Kemudahan Penanaman Modal

