Kerja Sama Unja dan Undip, Kembangkan Ekonomi SAD Bukit Dua Belas



Jumat, 11 November 2022 - 19:10:29 WIB



JAMBERITA.COM - Dalam rangka akselerasi perubahan sosial dan perbaikan kualitas kehidupan komunitas Suku Anak Dalam (SAD) di Kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) Provinsi Jambi, Universitas Jambi (UNJA) melakukan pendampingan terhadap komunitas adat ini melalui Program Kosabangsa (Koloborasi Sosial Membangun Masyarakat) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI.

Program Kosabangsa sendiri merupakan kolaborasi dalam pelaksanaan tri dharma antara insan akademik dari perguruan tinggi pelaksana dan perguruan tinggi pendamping. Pada Skema Kosabangsa tahun 2022 telah terseleksi sebanyak 25 proposal pengabdian kepada masyarakat dari 21 perguruan tinggi pelaksana di Indonesia. Implementasi dari proposal tersebut akan dilaksanakan oleh tim perguruan tinggi pelaksana didampingi oleh tim dari perguruan tinggi pendamping yang telah ditetapkan Direktorat Riset Teknologi dan Pengabdian Masyarakat (DRTPM) Kemendikbud Ristek. Tema utama yang diusung untuk implementasi Kosabangsa tahun 2022 adalah kemandirian ekonomi, ketahanan pangan, dan kemandirian kesehatan. Selain berfokus pada capaian pengabdian kepada masyarakat yang lebih baik, Kosabangsa juga menggagas kegiatan mentoring dari perguruan tinggi pendamping yang merupakan perguruan tinggi dengan akreditasi unggul dan atau memiliki pengalaman dan keahlian di bidang pengabdian kepada masyarakat terhadap perguruan tinggi pelaksana sehingga diharapkan terjadi peningkatan kualitas pengabdian kepada masyarakat di perguruan tinggi dalam memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada di masyarakat.

UNJA sebagai PT pelaksana melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), berkolaborasi dengan Universitas Diponegoro (UNDIP) sebagai PT Pendamping berhasil meloloskan Proposal Kosabangsa dengan tema “Implementasi Model Pengembangan Kemandirian Ekonomi SAD Berbasis Tanaman Obat Herbal Spesifik Taman Nasional Bukit Duabelas Provinsi Jambi”.

Ketua Tim Pelaksana Kosabangsa UNJA Dr. Fuad Muchlis menyampaikan, secara umum kegiatan ini memiliki agenda melanjutkan aktivitas pemberdayaan ekonomi komunitas adat SAD berbasis potensi sumber daya yang ada di dalam TNBD. Tujuannya adalah mengembangkan potensi ekonomi melalui pemanfaatan sumberdaya hayati tanaman obat tradisional berbasis etnis SAD di TNBD untuk mendorong kemandirian ekonomi SAD. Untuk mencapai tujuan tesebut, program didesain melalui 4 kegiatan yaitu: Asistensi Unit Usaha, ditujukan kepada kelompok usaha atau ekonomi SAD, bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan SAD dalam mengolah dan mengembangkan tanaman herbal spesifik TNBD, asistensi manajemen administrasi dan keuangan kelompok; Formalisasi Unit Usaha, dengan pendampingan untuk mendapatkan legalisasi Produk obat-obatan herbal, baik ke Badan POM dan Dinas Kesehatan; Konservasi Eksitu bertujuan untuk menjaga kelestarian berbagai jenis tanaman obat herbal dengan cara melakukan budidaya keluar dari habitatnya (TNBD) dan masuk ke dalam habitat baru yang lebih terkontrol dan intensif; dan membangun strategi pasar produk tanaman herbal, bertujuan untuk meningkatkan produksi dan nilai tambah dari obat-obatan tradisional yang telah diproduksi. Fokus kegiatan ini adalah fasilitasi jejaring pasar produk tanaman herbal.

Program Kosabangsa dilaksanakan selama 3 bulan (September sampai Desember 2022), dengan tim Pelaksana dari UNJA, yakni Dr. Fuad Muchlis, S.P., M.Si, Ir. Elwamendri, M.Si; Siti Kurniasih, SP., M.Si; dan Maria Ulfa, S.Hut., M.Si dan Tim Pendamping dari UNDIP, yakni Prof. Dr. Aji Prasetyaningrum, ST, M.Si dan Prof. Dr. M. Djaeni, ST, M.Eng. Kegiatan ini juga melibatkan 7 orang mahasiswa sebagai bagian dari implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Komunitas SAD dan Warga Desa Penyangga TNBD yang tergabung dalam Kelompok Usaha Obat Herbal dan Pemerintah Kecamatan Air Hitam.

Komunitas SAD merespon dengan baik kegiatan Kosabangsa ini dan berharap pemdampingan oleh UNJA terus berlanjut. “kiranya kegiatan-kegiatan seperti ini dapat diteruskan, kami sambut dengan baik, dan kami buktikan dengan semangat menjalankan kegiatan-kegiatan yang dibuat oleh UNJA, sehingga ke depan kami bisa menjadi kelompok yang mandiri” ujar H. Jailani selaku Ketua Kelompok Ubat Psako (Kelompok Ekonomi Obat tradisional SAD.

Beberapa kegiatan sedang berlangsung di lokasi, yakni pembangunan rumah produksi, penyediaan alat-alat produksi, penyiapan lahan untuk konservasi eksitu, penyiapan bibit-bibit tanaman obat untuk dibudidayakan secara eksitu beserta media tanamnya. Beriringan dengan kegiatan tersebut, kegiatan Kosabangsa segera menyasar proses legalisasi kelompok usaha, persiapan untuk pemeliharaan pembibitan secara rutin, serta pendampingan dan pelatihan produksi obat herbal dan membangun jejaring pasar.

Sementara itu, Ketua LPPM UNJA, Dr. Ade Octavia, S.E, M.M, berharap berbagai skema kegiatan PPM, seperti Kosabangsa ini dapat berjalan berkesinambungan sehingga mampu memberi kebermanfaatan bagi masyarakat secara berkelanjutan, menghasilkan dampak yang positif bagi upaya membangun kemandirian dan kesejahteraan komunitas SAD di masa datang.(*/am)



Artikel Rekomendasi