Soal Ketenagakerjaan, SAH Minta Kemenaker Fokus Pada Kompetensi Pekerja



Sabtu, 27 Agustus 2022 - 09:15:48 WIB



JAMBERITA.COM- Anggota Komisi IX DPR RI Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM meminta Kementerian Ketenagakerjaan jangan terlalu fokus pada pengejaran target kuantitatif berupa angka atau jumlah dari BLK tapi melupakan kualitas dari output yang dihasilkan BPK.

Hal ini disampaikan Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI ini pada Rapat Kerja Komisi IX DPR RI dengan Kemenaker, Kamis, 25 Agustus 2022, dengan topik Pembahasan Realisasi Anggaran Keuangan Kemenaker tahun 2021.

"Saya minta Kemenaker jangan terlalu fokus pada pengejaran target kuantitatif berupa angka atau jumlah dari BLK tapi melupakan kualitas dari output yang dihasilkan, baik melalui BLK ataupu program lainnya, " ungkap Bapak Beasiswa Jambi tersebut.

Sehingga dalam hal ini SAH meminta Kemenaker perlu mengoptimalkan pelatihan kerja di BLK sebagai salah satu cara menekan angka pengangguran. Serta meningkatkan program-program perluasan kerja dan padat karya.

"Program pelatihan melalui BLK tidak hanya untuk menyelesaikan masalah klasik ketenagakerjaan seperti daya saing dan produktivitas yang masih kalah dengan negara lain, link and match, ataupun bonus demografi, " jelasnya 

Selain itu Pelatihan di BLK juga dibutuhkan untuk menangani dampak pandemi COVID-19 pada sektor ketenagakerjaan.

Karena berdasarkan data BPS, pada Agustus 2020 jumlah angkatan kerja di Indonesia mencapai 138 juta orang. Terdiri dari 128 juta penduduk yang bekerja dan 9,7 juta penganggur.

Adapun tingkat pengangguran terbuka (TPT) mencapai 7,07 persen. Masih berdasarkan data BPS, selama pandemi COVID-19, terdapat 29,12 juta orang penduduk usia kerja yang terdampak pandemi.

"Selama ini, 70 persen anggaran Kemenaker dialokasikan untuk program peningkatan kompetensi. Meski begitu, Kemnaker memiliki program lain untuk membantu menekan angka pengangguran, yaitu perluasan kesempatan kerja," imbuhnya.

Hal ini dilakukan melalui kegiatan-kegiatan yang misalnya padat karya, melakukan peningkatan infrastruktur, melakukan kegiatan TKM (Tenaga Kerja Mandiri), TTG (Teknologi Tepat Guna), dan kegiatan lain yang sifatnya perluasan kesempatan kerja.(*/sm)





Artikel Rekomendasi