JAMBERITA.COM - Hingga saat ini, persoalan sampah di Sungai Penuh belum juga selesai. Afyantori salah satu tokoh pemuda Desa Belui mengatakan ada truk sampah yang masuk ke desanya.
Diduga truk yang membawa dan membuang sampah secara diam-diam di Desa Belui merupakan truk milik pemerintah Kota Sungai Penuh.
Hal ini menimbulkan reaksi dari empat Kepala Desa Belui, Ketua Adat 3 Luhah Belui, Pemuda empat Desa Belui dan Masyarkat Belui.
"Mulai dari 4 Kepala Desa Belui, Ketua Adat 3 Ulayat Adat Belui, Pemuda 4 Desa Belui dan Masyarakat Belui menolak dan mengutuk keras pembuangan sampah yang di lakukan oleh pemerintahan Kota Sungai Penuh di Koto Limau sering Desa Belui," ujar Afyantori.
Afyantori menyayangkan kejadian semacam ini. Menurutnya, didalam UU sudah di jelaskan tentang pengelolaan sampah sesuai dengan aturan yang berlaku.
"Dan itu ternyata yang dilakukan oleh pemerintahan Kota Sungai Penuh adalah tidak pidana dan atau melangar UU yang ada," ujarnya.
Afyantori juga mengancam bahwa pihaknya akan melakukan tindakan, jika pemerintah Kota Sungai Penuh tidak segera menyelesaikan permasalah sampah ini.
"Semua elemen yang ada di empat Desa Belui akan terus berjuang dan akan mempertahankan tanah Ulayat Adat 3 Luhah Belui dengan apapun sekuensinya," ucapnya.
"Ini baru hal kecil dan kami pastikan akan ada gerakan ataupun gebrakan besar yang akan kami lakukan bersama masyarkat empat Desa Belui untuk memperjuangkan tanah Ulayat Adat 3 Luhah Belui," tambahannya. (*/)
Bapemperda DPRD Provinsi Jambi Godok Ranperda Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan
Zumi Laza Pernah Diberikan Apif Rp20 Juta Karena Kehabisan Uang
Varial Adhi Sebut Berikan Rp6 Miliar Untuk Pilgub Zola, Dijanjikan Menang Lelang Kadis PUPR
BPTD V Kemenhub Ajak Stacholder Terkait Sisir Bus Pariwisata Ilegal di Jambi


Pasca Serangan Siber, Sekda Sudirman Resmi Ditetapkan Jadi Komisaris Bank 9 Jambi



