Dahsyat, SAH Bahas Ekonomi Pertahanan Dengan Staf Khusus Menhan



Senin, 18 Oktober 2021 - 09:55:11 WIB



JAMBERITA.COM- Basis ilmu ekonomi yang mumpuni membuat analisa ekonomi pertahanan seorang Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM menjadi tajam dan komprehensif. Hal ini dibuktikan ketika anggota DPR RI ini memberikan materi dalam Diskusi Ilmiah Ekonomi Universitas Dinamika Bangsa " Qua Vadis Pertahanan Indonesia, Investasi atau Biaya, " (14/10) kemarin.

Seminar ini dihadiri langsung oleh Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak, SE, ME Staf Khusus sekaligus juru bicara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Dalam papaarnya SAH yang merupakan anggota Fraksi Partai Gerindra ini menyatakan urusan militer menyangkut bagaimana mempertahankan negara serta kedaulatan nasional dari berbagai ancaman di tengah kondisi keterbatasan sumber daya (investasi, infrastruktur, teknologi) dan kebutuhan tata kelola pertahanan secara efisien dan efektif.

" Militer menyangkut bagaimama mempertahankan kedaulatan negara, di tengah keterbatasan sumberdaya, kajian ini disebut ekonomi pertahanan, " ungkapnya mengawali diskusi.

Mengawali paparannya SAH yang dikenal sebagai bapak beasiswa Jambi ini mengungkapkan bahwa ekonomi pertahanan, secara umum, merupakan cabang studi pertahanan yang mengeksplorasi dimensi ekonomi dan manajemen dari sistem pertahanan negara.

" Dalam kerangka penataan institusi dan sistem politik demokratis, ekonomi pertahanan merupakan bagian dari reformasi sektor keamanan di mana entitas ekonomi dan pertahanan mesti turut dipikirkan secara simultan demi kesejahteraan sekaligus keamanan warga negara, " ungkap SAH di hadapan ratusan mahasiswa.

Selanjutnya SAH  mengatakan sampai saat ini belum banyak literatur yang membahas tentang ekonomi pertahanan, baik secara teoretis maupun uraian studi kasus pertahanan Indonesia kontemporer. Untuk itu, melalui makalahnya, Haripin berharap dapat memperkaya khazanah literatur tentang ekonomi pertahanan, sekaligus mendeskripsikan manajemen pertahanan dan alutsista di Indonesia.

" Salah satu isu utama dalam ekonomi pertahanan adalah anggaran untuk belanja militer (military expenditure/ milex). Komponen milex merentang dari belanja pegawai hingga perawatan dan pengadaan alutsista." 

 Perdebatan klasik yang terjadi dari dahulu hingga sekarang adalah penentuan besaran mileter dibandingkan anggaran untuk sektor publik yang lain, misalnya, kesehatan dan pendidikan. Dalam konteks inilah muncul perdebatan guns vs butter, yaitu dilema atau ketegangan di antara para perumus kebijakan anggaran di lembaga legislatif dan eksekutif dalam memberikan prioritas apakah pertahanan (guns) menerima anggaran lebih banyak dibandingkan sektor kesehatan dan pendidikan (butter), atau sebaliknya. 

Persoalan lain terkait anggaran pertahanan adalah persentase ideal milex dibandingkan produk domestik bruto (PDB). Tidak ada kesepakatan atas persoalan ini karena setiap negara memiliki perhitungan dan pertimbangan masing-masing. Terlebih, hal yang penting sebenarnya bukan pada persentase, tapi pada jumlah total PDB itu sendiri. Isu penting lain dalam milex adalah persoalan tata kelola. Transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi merupakan prinsip-prinsip kunci dalam pengelolaan anggaran militer.

Isu lain dalam ekonomi pertahanan adalah manajemen pengadaan alutsista atau weapons acquisition. Tiga faktor penting yang mempengaruhi manajemen pengadaan alutsista, yang dalam perkembangannya akan mewarnai proses pengadaan karena sifatnya yang mendasar bagi konteks manajemen alutsista, adalah ekonomi, politik, dan doktrin. Kita harus menyatu untuk membangun daya tahan bangsa, pungkas SAH.(*/sm)



Artikel Rekomendasi