Jambi - Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi mengevakuasi buaya jumbo yang berada di penangkaran milik seorang warga. Buaya yang dirawat sejak 20 tahun itu dievakuasi karena warga di sekitar lokasi mulai resah.
"Ini penangkaran milik warga, penangkaran buaya ini pada intinya memiliki izin dan legal. Hanya, karena penangkaran ini sudah banyaknya permukiman warga, serta buaya-buaya itu sudah berukuran rata-rata 400 kg, makanya kita lakukan evakuasi karena warga sekitar sudah mulai resah," kata Kordinator Tempat Penyelamatan Satwa BKSDA Jambi, Syahron, kepada wartawan, Sabtu (25/9/2021).
Penangkaran buaya itu berada di Desa Kebon 9, Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi. Syahron mengatakan buaya-buaya di lokasi itu dievakuasi karena mulai tak terawat.
"Penangkaran ini memang sudah lama berada di sini, tetapi sejak 5-9 tahun belakangan ini penangkaran buaya itu sudah tidak terawat lagi. Jumlah buaya di penangkaran ini juga cukup banyak, kurang-lebih 20 ekor, tetapi yang baru kita evakuasi dua ekor, itu pun beratnya sekitar 400 kg dan panjang 4,5 meter," ujar Syahron.
Petugas BKSDA juga sudah melakukan evakuasi terhadap buaya di sekitar sungai yang tak jauh dari penangkaran itu. Ada tiga buaya ukuran besar yang dievakuasi petugas dari sungai yang tak jauh dari permukiman warga.
"Kalau yang baru dievakuasi di penangkaran memang baru dua buaya, tetapi sebelumnya kita juga sudah evakuasi tiga ekor buaya dengan ukuran besar juga di sekitar sungai. Walau kita tidak bisa memastikan apakah buaya itu adalah buaya dari penangkaran atau tidak, yang jelas dengan ditemukan buaya di sekitar sungai, itulah yang membuat warga mulai resah dan minta semua buaya di penangkaran dievakuasi," kata Syahron.
Dia mengatakan pemilik penangkaran telah mengizinkan buaya-buaya itu untuk dibawa ke BKSDA Jambi. Buaya-buaya tersebut bakal dibawa ke kolam penangkaran BKSDA yang lebih aman.
"Buaya yang kita evakuasi juga akan kita letakkan sementara di kolam penangkaran kita di daerah Kabupaten Batanghari. Kolam penangkaran kita itu juga aman dan jauh dari permukiman warga," ujarnya.(sumber.detik.com)
Mau Nonton MTQ Di Tanjabbar, Wajib Sudah Vaksin Dan Tunjukkan Hasil Swab
Muswil VI Resmi Dibuka, Wagub Siap Terima Masukan KAHMI untuk Pembangunan Jambi
Lagi, DPRD Kota Jambi Sorot Pengerjaan Drainase Yang Terkesan Asal-asalan
Musra V Ikatan Keluarga Bungo Jambi, Syarasadin Terpilih Secara aklamasi
Ikuti Webinar Muswil KAHMi VI, Menko Muhajir dan Ketua Komisi Yudisial Hadir Jadi Narasumber
Sebut Kantongi Dukungan 6 Dukungan, Amir Hasbi Siap Maju Jadi Ketua KAHMI Provinsi Jambi


Sekda Sudirman Buka Rakerda Pramuka 2026: Fokus Evaluasi Strategi, Kaderisasi Pemimpin Muda



