Mendikbud Ristek Respon Positif Pemberdayaan SAD yang Dijalankan Universitas Jambi



Rabu, 22 September 2021 - 08:43:38 WIB



JAMBERITA.COM— Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim memberikan apresiasinya kepada Unviersitas Jambi (Unja). Apresiasi itu terkait dengan model pemberdayaan Suku Anak Dalam (SAD) yang diusung oleh Unja lewat Matching Fund.

“Saya sangat tertarik dengan topik Matching Fund yang diusung UNJA tentang Pemberdayaan SAD. Setelah acara ini saya akan ke lokasi pemukiman SAD di Kabupaten Sarolangun, melihat dari dekat tentang SAD, terutama pada aspek pendidikan mereka,” kata Nadiem saat berdialog dengan Sivitas Akademika Universitas Jambi di Balairung Pinang Masak Kampus UNJA Mendalo, Jambi, Selasa (21/9).

Nadiem mengatakan Matching Fund ini harusnya bisa didesain untuk menjadi ruang belajar mahasiswa di luar kampus. “Di sana nantinya mampu menjawab kebutuhan dunia pendidikan dan membantu pemerintah dalam menyelesaikan masalah, termasuk isu tentang pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Dalam dialog tersebut, Rektor UNJA Prof Sutrisno memaparkan juga sejumlah program dan inovasi yang telah dikembangkan oleh UNJA. Pada Matching Fund, kata rektor, salah satu meloloskan Topik tentang pemberdayaan SAD di Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Program ini merupakan tindak lanjut dari MoU UNJA dengan PT. Sari Aditya Loka (Group Astra Agro Lestari Tbk) beberapa waktu lalu. UNJA memiliki resource dalam memetakan, merumuskan strategi dan mengadvokasi komunitas SAD. Oleh karenanya UNJA hadir dan mengambil peran dalam upaya percepatan perubahan sosial SAD sekaligus mendorong upaya konservasi di TNBD,” tuturnya.

Lebih lanjut rektor menyampaikan, dalam rangka mendukung program Matching Fund ini pihak UNJA sudah memiliki Laboratorium Sosial SAD, PUI Etnomedical dan Nurisetikal (eMedical) dan PUI Pendidikan Komunitas (PENTAS). Program ini kata rektor, akan melibatkan dosen dan mahasiswa dari berbagai Prodi di UNJA. “Aktivitas mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini akan diakui sebagai kegiatan akademik hingga 20 sks sebagai bagian dari implementasi MBKM,” tuturnya.

Ketua Tim Matching Fund UNJA, Dr. Fuad Muchlis, menyebutkan bahwa program ini, mencakup 3 topik utama, yakni pemberdayaan ekonomi, antara lain meliputi kegiatan Inventarisir dan pengolahan tanaman obat di TNBD serta budidaya melalui pembuatan demplot tanaman endemik dan kehutanan; Pemberdayaan pendidikan, terkait  penyusunan kurikulum dan modul pembelajaran SAD, penyusunan draft kebijakan model pendidikan SAD; serta pemberdayaan sosial, meliputi pengintegrasian sistem sosial SAD dengan pemerintahan desa setempat, fasilitasi registrasi kependudukan bagi SAD dan membangun kesadaran hukum bagi SAD. Kegiatan yang didukung penuh oleh Dirjen Dikti Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek DIKTI akan melibatkan sekitar 40 orang mahasiswa dari berbagai disipilin ilmu (Prodi) selama 4 bulan, mulai September hingga Desember 2021

Nadiem makin melengkapi deretan Kabinet Indonesia Maju pada tahun ini yang telah menaruh perhatiannya secara langsung kepada warga SAD di Provinsi Jambi. Sebelumnya, Menteri Sosial, Tri Rismaharini, telah lebih dulu menemui warga SAD di wilayah Batanghari, Jambi.

Kunjungan Nadiem ke SAD ini merupakan agendanya di Jambi. Dalam kunjungan ini, Nadiem lebih dulu meninjau pelaksanaan vaksinasi terhadap tenaga pendidik dan peserta didik di Makorem 042 Garuda Putih. Selanjutnya ia berkunjung ke Universitas Jambi.





Artikel Rekomendasi