SAH Hadiri FGD Penanganan Karhutla Bersama Korem 042/Gapu



Rabu, 14 Juli 2021 - 07:03:02 WIB



JAMBERITA.COM- Anggota DPR RI yang juga Ketua DPD HKTI Provinsi Jambi Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM (SAH) memberi apresiasi atas terobosan yang dilakukan Komandan Korem 042 / GAPU dalam menangani kebakaran hutan di Jambi.

Apresiasi SAH ini beliau sampaikan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang dilakukan Korem 042 / Garuda Putih (13/7/2021) di Jambi kemarin.

FGD ini bertujuan mencari solusi permanen penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Provinsi. FGD tersebut dibuka oleh Danrem 042/Gapu Brigjen TNI M.Zulkifli.,  S.I.P., M.M di Ruang Rapat Makorem 042/Gapu, Jambi, Selasa (13/7/2021).

"Diskusi ini dilaksanakan untuk mencari solusi yang tepat untuk mengantisipasi dan melakukan pencegahan terhadap kebakaran hutan dan lahan di wilayah Jambi secara permanen sehingga tidak berulang setiap tahunnya," ungkap SAH. 

Dari hasil penyampaian dari beberapa peserta yang hadir pada FGD tersebut, didapat kesimpulan bahwa penanggulangan kebakaran hutan dan lahan memprioritaskan kegiatan pencegahan sesuai dengan arahan Presiden melalui Inpres No. 03 tahun 2020.

Membentuk secara permanen Satgas Darat, Udara dan tersedianya anggaran, memprioritaskan anggaran baik itu anggaran APBD, APBN dan CSR maupun dana desa untuk kegiatan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat di desa rawan Karhutla.

Menurut Anggota DPR yang dijuluki Bapak Beasiswa Jambi itu, kegiatan membuka lahan dengan cara membakar hutan merupakan hal yang secara tegas dilarang dalam undang-undang. Dan dampaknya yang terasa adalah terjadi kebakaran hutan dan lahan setiap tahun.

“Setiap orang dilarang melakukan perbuatan melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, ini juga berlaku bagi perusahaan, karena kita tak ingin ini melahirkan dampak kebakaran hutan dan lahan di Jambi," ungkapnya.

Sehingga dengan pertimbangan ini, SAH mengapresiasi pemikiran Danrem 042/Gapu yang ingin melakukan pemberdayaan lahan-lahan yang sering mengalami karhutla terjadi di tempat yang sama tapi memang dengan lokasi yang luas. Lahan yang terbakar didominasi dengan lahan kosong yang belum termanfaatkan atau status izin lokasi yang tak digarap.

"Saya apresiasi solusi pemanfaatan yang dilakukan Danrem untuk memanfaatkan lahan tidur mendesak sebagai upaya dini pencegahan dan pemadaman kebakaran lahan, apalagi nanti juga bisa bekerjasama dengan masyarakat dalam hal pemberdayaan ekonomi," jelasnya.

Karena menurutnya, pemanfaatan dapat dilakukan dengan mengelola lahan dengan cara ditanami, dikelola secara produktif secara ekonomi. Dan apabila terjadi kebakaran penanggulangannya merupakan tugas bersama, baik dari pemerintah, kepolisian, TNI, maupun masyarakat.

Upaya memanfaatkan lahan, bisa mulai dilakukan dengan menginventarisasi lahan dengan LHK dan BPN. berkoordinasi dengan Pemkab dan BPN untuk mengundang orang-orang yang bertanggung jawab, ataupun perorangan serta menentukan batas - batas lahannya.

Karena selama ini, jika lahan kosong terbakar apalagi di lokasi yang sulit dijangkau, akan menjadi kendala besar dalam pemadaman karhutla, papar Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi tersebut.

Sehingga solusi jangka panjang, perlu didukung dan ditindaklanjuti upaya pengelolaan lahan yang tidak terkelola melalui kerja sama dengan pihak terkait sehingga meminimalisasi potensi terjadinya karhutla.(*/sm)

 





Artikel Rekomendasi