FEATURE: Tradisi Ziarah Kubur Di Tengah Pandemi: Hindari Kerumunan Cegah Penularan Covid-19



Senin, 17 Mei 2021 - 10:31:25 WIB



JAMBERITA.COM - Pandemi Covid-19 membuat banyak hal yang menjadi kebiasaan dilakukan akhirnya tidak dilaksanakan. Apalagi jika dikaitkan dengan Hari Raya Idul Fitri, sangat banyak sekali kegiatan yang dilaksanakan dalam menyambut hari kebesaran islam ini.

Rutinitas kegiatan yang menjadi kebiasaan saat lebaran sendiri adalah ziarah kubur serta berbagi makanan dengan semua warga. Berbagi makanan dengan warga bisa saja sangat menghindari kontak karena bisa langsung dititipkan. Namun untuk berziarah ke kuburan tidak begitu.

Beberapa daerah pun akhirnya melarang ziarah kubur guna mengantisipasi kontak dan peningkatan Covid-19. Akan tetapi tidak dilakukan di beberapa desa di Sarolangun. Salah satu contohnya ada di Desa Sungai Abang. Kebiasaan ziarah kubur di desa ini dilakukan pada hari kedua lebaran.

Namun karena lebaran kedua ini bertepatan dengan hari Jumat, ketakutan bahwa akan terjadi kerumunan akhirnya bisa dihindari. Setidaknya itulah pengakuan dari Halimah yang juga melakukan ziarah kubur di Desa Sungai Abang.

"Mungkin karena hari Jumat, makanya tidak terjadi kerumunan di kawasan kuburan. Alhamdulillah dengan ini tradisi setiap tahun bisa dilakukan tanpa takut terpapar virus," katanya.

Ia mengatakan, dirinya bersama keluarga melakukan ziarah pada sore hari. Siang hari banyak juga yang melakukan ziarah kubur. Biasanya di desa ini kalau ziarah kubur kerumunan padat itu tidak bisa dihindari.

"Makanya harapannya tahun depan pandemi ini bisa segera berakhir. Karena memang kondisi ini membuat banyak hal yang berbau silaturrahmi tidak bisa terjalin seperti biasanya," ujarnya. (am)

 




Artikel Rekomendasi