Pelaku Pemerasan di Jambi Ditangkap saat Jual Kekasihnya Melalui Michat



Kamis, 22 April 2021 - 19:25:00 WIB



JAMBERITA.COM - Dua sejoli Dimas dan May Kalsum akhirnya berurusan dengan pihak berwajib, lantaran melakukan pemerasan dengan pengancaman terhadap korban.

Pelaku berhasil diamankan Tim Tekab Rang Kayo Hitam Satreskrim Polresta Jambi. Kemudian rekan dari dua sejoli yakni inisial RN masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). 

Kasat Reskrim Polresta Jambi Kompol Handres mengatakan awal mula nya Dimas bersama rekan dan pacar nya mendatangi rumah korban yang berada di RT. 02, Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kota Baru. 

"Dimas dan rekannya mengaku sebagai polisi kemudian menuduh korban melakukan penipuan terkait ATM bank," katanya, Kamis (22/4/2021).

Kemudian pelaku membawa korban dari rumah nya ke salah satu Hotel di Kota Jambi, sementara pacar Dimas mencoba menenangkan keluarga korban agar tidak larut dalam kesedihan setelah itu ikut menyusul ke hotel. 

"Sampai di dalam hotel tangan korban ini di borgol kemudian dipinta uang sebesar Rp3,3 juta. Korban merasa takut, sehingga memberikan uang tersebut kepada pacar pelaku," ujarnya. 

Usut punya usut ternyata korban ini pernah membeli buku tabungan beserta ATM kepada tante nya pelaku dan mengalami perselisihan uang antara Tante pelaku dan korban. 

Maka dari itu, pelaku mengambil keputusan sendiri untuk menagihnya kepada korban dengan mendatangi rumah nya serta mengaku sebagai anggota polisi. "Pengakuannya, pelaku baru sekali melakukan pemerasan seperti ini," sebutnya. 

Selain itu, Handres mengungkapkan bahwa pelaku ini ternyata juga merupakan admin dari aplikasi Michat untuk menjual kekasihnya sendiri, dengan istilah saat ini yaitu open BO (Booking). 

"Kita amankan pelaku saat menawarkan pacar nya open BO melalui Michat. Namun, untuk kasus yang didalami masih mengenai pengancaman dengan pemerasan karena sudah ada korban yang melapor," jelasnya. 

Handres menambahkan atas perbuatannya sepasang kekasih ini dijerat dengan pasal 368 KUHPidana tentang pemerasan dan pengancaman dengan hukuman maksimal 9 tahun kurungan penjara. 

"Untuk rekan RN yang saat ini menjadi DPO dan akan terus kita kejar sampai dapat," pungkasnya.(*/afm)









loading...