15.000 Liter Minyak Bayat dari Batanghari-Jambi hendak Dijual ke Bayung Lincir Diamankan



Rabu, 13 Januari 2021 - 12:55:01 WIB



JAMBERITA.COM - Sat Reskrim Polres Muaro Jambi mengamankan dua unit mobil truk yang diduga mengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal dengan tidak dilengkapi dokumen yang sah di RT. 09 Desa Sidomulyo Kecamatan Mestong.

Kapolres Muaro Jambi AKBP Adriyanto melalui Kasubag Humas AKP Amradi mengatakan, sebelumnya Minggu (3/1/2021) sekira pukul 17.00 WIB unit Tipidter dan Opsnal Satreskrim telah melaksanakan patroli di wilayah Kecamatan Mestong.

"Saat melintasi RT.09 Desa Sidomulyo Mestong, melihat 1 unit mobil Merk Hino Jenis Dutro warna Hijau bak Hitam dengan Nopol BH 2808 YX, dan selang waktu yang sama juga mendapati 1 unit mobil truk Mitsubishi Canter warna kuning nopol BH 8715 BU yang diduga membawa minyak mentah ilegal," katanya, Rabu (13/1/2021).

Saat dihentikan mobil tersebut, ternyata benar didapatkan minyak mentah ilegal dari Desa Bungku Kec. Bajubang Kab. Batanghari dengan tujuan untuk dijual ke gudang pemasakan minyak di Desa Bedeng Arang Kec. Bayung Lincir Kab. Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

"Kemudian pelaku dan barang bukti dibawa ke Mapolres Muaro Jambi guna proses lebih lanjut, tersangka, Joko Susilo (25) Islam, sopir, RT.9 desa Bungku Batanghari, Warsito (48) Sopir RT.7 Desa Bungku, Masri Effendi (40) Sopir RT.1 unit 1 Desa Suka Makmur Kec Sungai Bahar," jelasnya.

Atas perbuatannya, tersangka yang melakukan aktifitas ini di duga melanggar pasal 480 KUHP. Setiap orang yang melakukan pengangkutan minyak bumi tanpa izin usaha pengangkutan atau barang siapa yang mengangkut sesuatu benda yang patut diduga berasal dari hasil kejahatan dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan denda
paling tinggi Rp40.000.000.000,00 (empat puluh miliar rupiah).

Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 huruf b UU RI No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. "Total dari mobil yang diamankan sebanyak 15.000 ribu Liter minyak bayat," pungkasnya.(*/afm)











loading...