Akhir Perjalanan DPO, Bandar Narkoba Dihadiahi Timah Panas Saat Mau Merebut Senjata Petugas



Selasa, 12 Januari 2021 - 08:29:54 WIB



JAMBERITA.COM, MERANGIN - Bandar Narkoba Achmad Izzudin (37) Warga Sungai Manai Kecamatan Sungai Manau Kabupaten Merangin mendapat hadiah timah panas saat ingin merebut senjata Petugas.

Pelaku juga telah meresahkan masayarakat setempat hingga merusak generasi muda di daerah itu. Sebelumnya juga juga menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO).

Namun kali ini nasib bandar Narkoba apes tak berkutik saat ditangkap petugas kepolisian satuan narkoba Polres Merangin

Ditangkapnya bandar ini hasil dari penangkapan Penyalahangunaan narkoba lainnya yang lebih dulu ditangkap. Lalu, satnarkoba pun bergegas melakukan pengejaran bandar Narkoba Achmad Izzudin alias JUP tersebut.

Hal itu dibenarkan Kanit Satnarkoba IPDA Saefudin dalam keterangan rilisnya. Penangkapan pelaku bandar narkoba setelah mengumpulkan bukti-bukti keterangan Nasution.

Dari keterangan Nasution mendapatkan Narkotika tersebut dari Saudara JUP di Desa Sei Manau, berbekal Informasi tersebut kemudian tim langsung melakukan pengembangan. Sekira jam 22.35 wib dilakukan penggerebekan di rumah JUP.

Saat itu, JUP berada dalam kamar miliknya dan  melihat kedatangan tim berusaha melarikan diri lewat atap rumahnya namun oleh tim berhasil diamankan. Namun pada akan diamankan terjadi pergulatan antara anggota tim dan berusaha merebut senjata api milik anggota tim.

"Aatas kejadian tersebut kemudian oleh tim dilakukan tindakan terukur di kaki sebelah kanannya, " jelas Kanit Narkoban Saefudin.

Selanjutnya polisi melakukan penggeledahan dikamar Pelaku ditemukan 1 (satu) buah dompet warna pink yang berisikan narkotika jenis Shabu dan 1 (satu) buah timbangan digital dan beberapa Barang Bukti lainnya.

"Narkotika yang diakui adalah miliknya, atas kejadian tersebut diatas Pelaku dan Barang Bukti yang diamankan dibawa ke Polres," tambah Kanit Narkoba.

Sedangkan barang bukti diamankan, 17 plastik bening kecil yang berisikan narkotika Shabu dengan Berat 8,05 gram, satu buah timbangan digital warna hitam merk HWH POCKET SCALE, tiga pak plastik bening kosong, satu buah dompet warna pink merk toko mas Aditya, dua buah seperangkat alat hisab Shabu, satu buah sendok takar dari pipet plastik, satu buah kompor dari korek api gas warna biru, uang sejumlah Rp. 500.000,-.

Untuk pasal sendiri pelaku dikenakan Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2) undang undang Republik Indonesia no 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (oli)











loading...