JAMBERITA.COM- Pandemi Covid-19 membuat hampir semua sektor terpukul. Salah seorang guru Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Asmawaty Simangkulit tidak ingin dunia pendidikan merasakan dampak negatif dari pandemi Covid-19 ini.
Siswa di Tanjab Barat harus bahagia. Itulah cita-cita
Asmawaty Simanungkalit, guru kelas 3 SDN 22/V Pematang Lumut, Tanjab Barat selama pandemi, ia mengajak siswa belajar sambil bermain. Salah satunya dengan cara membuat video pembelajaran sederhana.
“Siswa mencermati video yang saya buat, lalu mereka yang memiliki gawai untuk membuat video serupa,” kata Asmawaty, yang juga merupakan fasilitator daerah Program PINTAR Tanoto Foundation.
Hal ini tentu tak lepas dari bimbingan dan peran dari para guru dan orang tua yang diajak ikut mendukung kegiatan anak-anaknya saat belajar dari rumah.
Meskipun belajar dari rumah, salah satu siswi mengaku sangat menikmati pembelajaran jarak jauh yang ia lakukan. Terbukti banyak dari mereka yang ketagihan untuk membuatnya.
Salah satu murid, Natasya Putri, mengatakan bahwa perasaannya sangat senang melalui pembelajaran dengan video pembelajaran yang dibuat guru. "Ya, bisa jadi lebih cepat paham," ungkap Natasya.
Delvin Adelio Natannael murid lainnya, mengaku bahwa video yang dibuat gurunya itu memotivasi dirinya membuat video juga.
Delvin mengaku menyukai cara belajar melalui foto lalu digabungkan menjadi sebuah video.
Apalagi dengan banyaknya materi pembelajaran di YouTube, dirinya ingin membuat hal serupa.
Ditanya cita-citanya ingin menjadi apa, ia mengaku ingin menjadi YouTuber. “Jadi YouTuber, menurut saya keren,” ujarnya
Lain lagi kreativitas yang dibuat Nina Nurdiawati, guru Pendidikan Agama Islam SDN 173/V Tanjung Benanak Merlung. Selama pandemi ia membuat kerajinan saku belajar yang digunakan untuk menyimpan rangkuman pelajaran.
“Bahannya mudah ditemukan, dan bisa memanfaatkan barang bekas,” ujar Nina.
Proses pembuatan saku belajar dsangatlah mudah. Langkah pertama pembuatan ini peserta didik mengumpulkan bahan pembuatan memori disakuku seperti kardus, kertas karton, pewarna, lem, gunting, penggaris, solasiban hitam.
Kemudian pada saat pembuatan siswa dapat membuat saku sesuai karakter tokoh atau gambar yang mereka senangi, seperti siswa yang bernama Azzahra menyukai doraemon, maka Azzahra membuat karakter yang disukainya.
“Ya, suka doraemon. Jadinya ditempel gambar doraemon,” ucap Azzahra.
Setelah mereka mengguntingnya mereka dapat menempel kertas karton yang telah diberi nama mereka masing masing dan diberi warna agar terlihat menarik. Kemudian siswa menulis rangkuman pelajaran yang telah dipelajari.
“Kertas satu lembar ataupun kertas lainnya dan setelah selesai mereka dapat, memasukkkan apa yang mereka tulis ke dalam saku belajar untuk mereka simpan di dalamnya dan dapat dibaca kembali kapanpun mereka inginkan,” pungkas Nina. (Henky)
Kanwil Kemenkum Jambi Bahas Perubahan Atas Perda Pajak dan Retribusi Daerah Tanjabbar
Bupati Anwar Sadat: Pariwara Kreatif, Perkuat Pesan Budaya Antikorupsi Tata Kelola Pemerintahan
Bupati Anwar Sadat Lantik Puluhan Pejabat Penting di Lingkup Pemkab Tanjab Barat
Berkat Usulan Faizal Riza, Dinas PUPR Turunkan Alat Berat Perbaiki Jalan Teluk Nilau- Sungai Landak
Cegah Penularan Covid-19, Kades Suka Damai Imbau Warga Jalankan 3J
Dandim 0420/Sarko Berikan Bantuan ke Kholis yang Terkena Kanker
SKK Migas Sumbagsel Sebut Media Field Trip 2026 Sebagai Investasi Strategis Edukasi Publik

