Lima Peserta tingkat Provinsi Jambi Terjaring, Ini Kriteria dan Bidang Pemuda Pelopor



Kamis, 22 Oktober 2020 - 16:00:10 WIB



JAMBERITA.COM- Kementerian Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Diskepora) Provinsi Jambi kembali melakukan penyeleksian peserta pemuda pelopor Tahun 2020.

Plt Kadiskepora Provinsi Jambi Ronaldi mengatakan, pendaftaran telah dimulai sejak bulan Mei 2020 bulan lalu dan beberapa dari peserta tingkat provinsi Jambi 5 diantara sudah terjaring.

"Semua peserta awalnya ada 12 putra putri terbaik Jambi yang mengikuti seleksi pemuda pelopor tingkat provinsi tahun 2020," katanya Kamis (22/10/2020).

Dari 12 orang peserta yang mendaftar terjaring hanya 5 orang, terdiri dari 1 orang Kota Jambi, Kabupaten Tanjabbar 1 orang, Kerinci 1 orang, Bungo 1 orang dan Tanjabtim 1 orang.

"Tiga diantaranya masuk ke tingkat nasional, 1 adalah pemenangan tahun 2019 atas nama dr Mohammad Afifi Romadhoni dari Kota Jambi, dan 2 orang pemenang tahun ini atas nama M Adam Bungo dan Khairatunisa Akmalia Putri dari Tanjabbar," jelasnya.

Definisi kepeloporan pemuda adalah akumulasi dari semangat pemuda dalam mengembangkan potensi diri guna merintis jalan, melakukan trobosan, menjawab tantangan dan memberikan jalan keluar atas berbagai masalah yang dilandasi sikap dan jiwa kesukarelaan tanggung jawab dan kepedulian.

Untuk menciptakan sesuatu dan mengubah gagasan pemikiran tindakan dan perilaku menjadi suatu karya nyata yang berkualitas dan dilaksanakan secara konsisten dan gigih yang dirasakan manfaatnya bagi masyarakat serta diakui oleh berbagai pihak dan pemerintah," terangnya.

Adapun kriteria Pemuda Pelopor, pertama itu WNI, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Memiliki loyalitas terhadap NKRI dan tidak cacat hukum, memiliki idealisme, kejujuran, integritas kepribadian jiwa kesukarelaan dan bijaksana berbudi pekerti dan bermartabat.

Memiliki karya nyata berkualitas yang dilaksanakan secara konsisten dan gigih serta dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, mampu memberikan nilai tambah pada berbagai aspek kehidupan masyarakat dan mendapatkan pengakuan dari pemerintah dan berbagai pihak atas peran dan kontribusi kenyataannya di bidang yang dipelopori.

Kriteria khusus memiliki visi dan misi kepeloporan mampu berkomunikasi berinteraksi dalam organisasi komunitas dalam mengembangkan kepeloporan, memiliki kemampuan kepemimpinan dan disiplin dan memiliki pengalaman berorganisasi yang diteladani dan mampu membina kader.

Memiliki kemampuan dalam aspek kreativitas, memiliki keterampilan dalam kepeloporan, memiliki ketangguhan dalam menghadapi ancaman hambatan dan tantangan memberikan dampak positif dan nilai sosial ekonomi secara signifikan di tengah-tengah masyarakat.

Mampu membangun partisipasi aktif masyarakat di bidang kepeloporan yang mampu memotivasi masyarakat untuk melakukan perubahan paradigma yang positif dan adanya pengakuan masyarakat karena dirasakan langsung kemanfaatan yang atas bidang ke pelaporannya.

Sementara persyaratan Pemuda pelopor itu usia 16 sampai 30 tahun dibuktikan dengan KTP/akte kelahiran tidak pernah melakukan perbuatan tercela atau merugikan masyarakat, lingkungan dibuktikan dengan surat keterangan dari kepolisian setempat dan belum pernah memperoleh penghargaan kepeloporan tingkat nasional dari Kemenpora.

Tidak sedang mengikuti proses pemilihan prestasi tingkat nasional bidang-bidang yang diprogramkan Kemenpora calon peserta Pemuda pelopor dapat diusulkan oleh SKPD Kepemudaan Olahraga kab-kota tempat domisili yang bersangkutan atau SKPD tempat yang bersangkutan beraktivitas dalam laporannya.

Calon peserta pemuda pelopor dari tingkat kabupaten kota yang belum berhasil memenuhi syarat untuk diusulkan sebagai calon Pemuda pelopor tingkat nasional, maka dapat diusulkan kembali di tahun berikutnya sebagai peserta nasional yang diproses melalui penilaian tingkat kabupaten kota.

Memiliki karya nyata berkualitas di bidang kelompok lainnya dan dilaksanakan secara konsisten serta bermanfaat bagi masyarakat kepeloporan yang dicapai telah dirintis minimal 1 tahun mendapat rekomendasi dari pemerintah daerah setempat melalui SKPD kabupaten kota dan provinsi yang menangani bidang kepemudaan.

Sedangkan deskripsi bidang kepeloporan dideskripsikan dengan pendekatan tujuan dilakukan masing-masing sesuai dengan makna kebidangan batasan cakupan dan fokus yang menjadi acuan untuk di deskripsikan secara operasional adapun operasional bidang kepeloporan dideskripsikan sebagai berikut.

Bidang Pendidikan, bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia baik melalui pendidikan formal non formal maupun informal pendidikan meliputi inovasi metodologi dan model pembelajaran media dan alat bantu pembelajaran teknologi pembelajaran pengembangan dan pengelolaan pendidikan secara swadaya.

Sub-sub bidang pendidikan tersebut merupakan fenomena atas tindakan kepeloporan pemuda yang secara langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan diapresiasi oleh berbagai pihak dan pemerintah daerah setempat sebagai kepala peran di bidang pendidikan untuk diajukan dalam pemilihan Pemuda pelopor tingkat nasional.

Bidang Agama Sosial dan Budaya merupakan prakarsa pemuda yang secara real menghasilkan karya nyata rumpun-rumpun bidang yang mencakup, agama yakni kepeloporan di bidang dakwah di tengah masyarakat yang bertujuan kontribusi keagamaan dalam resolusi konflik, mewujudkan bela negara dengan bahasa agama dan peran dakwah di tingkat nasional dan memanfaatkan media teknologi juga sebagai pelopor dan pengembangan model dakwah inovatif untuk generasi milenial.

Sosial yang bertujuan penanggulangan bencana, pelayanan kesejahteraan sosial, tindakan kesukarelawanan dan prakarsa kemanusiaan lainnya, dan budaya bertujuan pelestarian dan memperkaya khasanah budaya melalui seni, musik, tari, berupa peran aktivitas tradisi adat istiadat, sekolah adat upacara adat dan lainnya untuk memelihara kebhinekaan dan mengharumkan budaya bangsa.

Karya kepeloporan tersebut akan berdampak pada meningkatnya perekonomian dan kesejahteraan masyarakat serta upaya menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kesadaran bernegara.

Bidang pengelolaan Sumber Daya Alam(SDA) lingkungan dan pariwisata merupakan prakarsa peran pemuda dalam mengkonservasi potensi SDA lingkungan dan pariwisata melalui kegiatan kegiatan penataan dan pengelolaan pelestarian produksi dan pemasaran bertujuan untuk berkelanjutan SDA dan lingkungan serta pengembangan pariwisata yang meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan rakyat.

Bidang Pangan bertujuan pengembangan di bidang pangan dengan mengutamakan peningkatan, nilai guna pengelolaan pemanfaatan pengelolaan dan pemasaran produksi pangan, untuk meningkatkan kesehatan pangan dan kecukupan gizi menuju pada tercapainya ketahanan pangan nasional yang akan berdampak pada meningkatnya nilai tambah perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Bidang Inovasi Teknologi adalah upaya nyata pemuda dalam menciptakan inovasi pengembangan dan rekayasa teknologi berbagai bidang yang menghasilkan karya nyata sendiri yang bertujuan untuk memberikan manfaat bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat bukan hasil karya orang lain.(*/afm)







loading...