JAMBERITA.COM - Bakal pasangan calon Cek Endra - Ratu Munawarah memastikan mereka akan lebih memperhatikan lagi kaum difabel. Ini dilakukan agar tidak ada kesenjangan yang terjadi dan perlakuan tidak adil.
“Saya sedih. Kedepan, tidak boleh lagi ada perbedaan perlakuan bagi kaum difabel. Kami CE-Ratu, jika diizinkan oleh Allah SWT memimpin Jambi, akan membuka ruang sebesar-besarnya kepada sahabat difabel. Termasuk bagi keluarga difabel, untuk berkumpul, diskusi serta menunjukkan kepada dunia bahwa mereka sama dengan manusia lainnya,”beber Ratu Munawaroh, ketika berpidato di depan warga Kayu Aro, sepekan lalu.
Sewaktu melantik tim di Semurup, Ratu kembali mengungkapkan hal serupa. Ia menaruh perhatian penuh kepada kaum perempuan, termasuk para penyandang disabilitas itu. Atas dorongan itupula, Ratu mewakafkan diri untuk turun berlaga di Pilgub Jambi.
“Kami akan mendorong sahabat disabilitas agar mampu megoptimalkan karya-karya terbaik mereka, dibalik kekurangan-kekurangan yang dialami,” ujarnya.
Menurut Ratu, disabilitas adalah isu lintas sektor. Karena itu, duet CE-Ratu sangat mendukung upaya merubah paradigma pendekatan bagi kelompok disabilitas. Salah satunya melalui program kepedulian membuka akses terhadap kesempatan kerja.
Semua perusahaan dan lembaga pemerintah, kata Ratu, kedepan wajib memberi informasi pekerjaan apa yang ditawarkan, yang bisa dikerjakan kelompok difabel.
“Kami juga akan mendorong perusahaan untuk membuka lowongan bagi difabel pencari kerja,”ujarnya.
Dan dalam proses perekrutan, CE-Ratu akan memastikan kaum difabel bisa bersaing dari sisi kualifikasi dan dipanggil untuk wawancara.
“Tak boleh lagi ada perlakuan diskriminatif. CE-Ratu nanti akan menyingkirkan jauh-jauh stigma negatif tentang kemampuan kerja kelompok difabel. Mereka punya hak yang sama,”ujar Ratu.
Cek Endra mengimbuhkan, bukan hanya soal akses terhadap kesempatan kerja, dari sisi aksesibilitas terhadap angkutan umum dan fasilitas publik, CE-Ratu memastikan kelompok difabel tak lagi kesulitan.
“Pemerintah wajib menyediakan fasilitas untuk memudahkan kelompok difabel, agar bisa mengakses transportasi dan layanan publik,”ujarnya.
Selain itu, kata Cek Endra, pendidikan politik juga perlu diberikan pada difabel. Alasannya karena selama ini diafbel cenderung tidak menyalurkan hak suara karena minimnya pengetahuan dan pendidikan politik.
“Sebetulnya teman-teman difabel juga bersemangat untuk menyalurkan hak suaranya. Tapi, kadang kurang difasilitasi. Kedepan, ini fokus CE-Ratu untuk membenahi,”katanya.
Diakui Cek Endra, Banyak penyandang difabel tidak memiliki akses ke TPS. Padahal, negara sudah menjamin hak politik kelompok rentan dan sudah menyusun panduan dalam pemenuhannya. Tapi, dalam praktiknya memang masih banyak kekurangan di sana-sini.
Yang lebih memprihatinkan, lanjut Cek Endra, masih ada pemahaman dari sebagian keluarga, difabel tidak harus menyuarakan pilihan politik. Mereka juga tidak mau repot membawa anggota keluarganya yang difabel ke TPS.
“Akhirnya ini menambah angka Golput. Kami, CE-Ratu..akan memperhatikan persoalan kaum difabel ini. Kami ingin mewujudkan Jambi inklusif, menciptakan disabilitas unggul. Cita-cita itu bukan mustahil dicapai, asal ada kemauan dan komitmen dari seorang gubernur. Inilah komitmen kami, untuk tidak akan meninggalkan siapa pun dan mengakui disabilitas sebagai bagian dari sumber daya daerah dan bangsa,”jelasnya.(*/am)
Pasca Musda, SK Pengurus Golkar Jambi Belum Ada Kepastian, Adri : Ada Apa, Ini Partai Besar?
Raih 1.092.823 Suara, Pleno KPU Provinsi Jambi Tetapkan Haris - Sani Pemenang Pilgub
Ucapkan Terimakasih ke Pendukung, Tim Koalisi Parpol Romi-Sudirman: Kita Tunggu Hasil KPU
CE-Ratu Bakal Berdayakan Potensi Perempuan di Sektor Pertanian
Sejak 2018, Syafril Rela Masuk Semak Belukar Agar Pondok Pesantren Ummul Quro Segera Dibangun


Gubernur Al Haris Lepas Tim DBL Jambi, Siap Harumkan Nama Daerah di Ajang Nasional



