Dialog Dengan KPPI, SAH Dorong Keterwakilan Perempuan Dalam Agenda Politik Pasca Pemilu 2019



Rabu, 08 Januari 2020 - 08:46:01 WIB



JAMBERITA.COM- Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi Sutan Adil Hendra (SAH) mendorong keterwakilan perempuan dalam Agenda Politik Pasca Pemilu 2019.

"Saya mendorong ada agenda untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam agenda politik pasca pemilu 2019, baik dalam bentuk publik bearing, pelatihan ataupun agenda pilkada 2020 ke depan," ungkapnya. 

Pernyataan Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra ini disampaikannya ketika menerima kunjungan silaturahmi dari Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi Jambi yang dipimpin oleh Anggota DPR RI Hj. Saniatul Lativa, SE.MM di kediamannya kawasan Telanaipura (6/1) kemarin. 

Dalam diskusi santai ini, SAH mengatakan melihat situasi keterwakilan perempuan di Indonesia berdasarkan data hasil Pemilu 2019, serta menyandingkan data di tiga siklus terakhir pemilu mulai tahun 2009, 2014, 2019, SAH mengajak anggota partai politik, anggota DPR, aktivis, akademisi, praktisi politik, dan media massa untuk mendukung kebijakan afirmatif telah memperkuat keterwakilan perempuan dan kepentingan perempuan yang beragam.

Dalam pertemuan itu SAH juga mengungkapkan fakta bahwa tidak semua anggota legislatif perempuan memiliki pengetahuan mengenai kesetaraan dan keadilan gender. 

Seperti SAH mencontohkan dalam pembahasan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual adalah banyaknya oposisi dari kalangan anggota legislatif perempuan. 

“Fakta ini menunjukkan bahwa gerakan perempuan masih punya pekerjaan rumah yang besar untuk mensosialisasikan perspektif gender dalam perjuangan politik,” ujarnya. 

Sehingga SAH menekankan bahwa minimnya perspektif gender di kalangan politisi dan juga masyarakat membuat proses melahirkan kebijakan pro gender semakin sulit. 

Sehingga SAH mengatakan perlu peran dan keterlibatan Civil Society Organization atau Lembaga Swadaya Masyarakat dalam mendorong agenda politik perempuan. 

Terakhir SAH mengungkapkan harus ada dukungan dari para aktivis dan akademisi agar kinerja anggota legislatif perempuan di DPR/DPRD dapat meningkat secara substantif.(*/sm)

 





Artikel Rekomendasi