Turunkan Satgas, Polres Tanjabbar Bidik Oknum Nakal Penjualan Elpiji Bersubsidi Mahal



Jumat, 27 Desember 2019 - 19:14:55 WIB



JAMBERITA.COM - Tak terkendalinya harga gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kg di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum, jajaran kepolisian resor (Polres) Tanjung Jabung Barat.
 
Kapolres Tanjab Barat, AKBP Guntur Saputro, mengatakan untuk menelusuri oknum yang bermain pada bisnis tabung gas melon bersubsidi tersebut, pihaknya saat ini menurunkan satgas pangan yang akan bertugas mengendus agen dan pangkalan nakal yang memainkan harga jauh melambung di atas standar Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp19.000, dan kini melonjak dijual seharga kisaran Rp 30.000 - Rp 40.000 per tabung melon.
 
"Satgas pangan polres Tanjab Barat akan telusuri agen dan pangkalan elpiji yang nakal, dan akan menindak tegas. Hal ini guna menjamin distribusi elpiji subsidi tepat sasaran dan sesuai harga eceran tertinggi," kata Kapolres Tanjabbar kepada Jamberita.com, Jumat (27/12/19).
 
"Dari hasil rakor satgas pangan kita sepakati akan menindak tegas dengan merekomendasikan pencabutan izin agen atau pangkalan yang nakal," lanjut Kapolres.
Seperti diberitakan sebelumnya,  elpiji 3 kg bersubsidi di Tanjab Barat melambung harganya.
 
Bukan hanya langka, harga elpiji melon tersebut di dalam Kota Kualatungkal dijual seharga Rp30.000 - Rp 35.000.
 
Bahkan di Kecamatan Seberang Kota elpiji bersubsidi bagi masyarakat miskin itu dijual mencapai Rp40.000 per tabung.
 
"Di kecamatan kami Seberang Kota masyarakat belinya Rp 40.000 per tabung," ungkap Seklur Tungkal V Seberang Kota, Tanjung Jabung Barat, Jambi, Ahmad Syafei. (Henky)


Artikel Rekomendasi