JAMBERITA.COM - Sepertinya partai politik cukup berhati-hati mencari figur Bakal Calon Gubernur (Bacagub) yang akan diusungnya pada perhelatan kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2020 mendatang.
Berbagai mekanisme dilakukan agar mendapatkan kandidat yang berpeluang memenangi perebutan BH 1 tahun depan.
Partai Demokrat misalnya. Partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini akan menggandeng dua lembaga survei nasional untuk melakukan survei kepada para calon yang sudah mendaftar pada penjaringan beberapa waktu lalu.
"Kita tunggu mekanisme surveinya, artinya seluruh kandidat yang telah mendaftarkan itu akan disurvei melalui dua lembaga survei," kata Burhanuddin Mahir, Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Jambi, Kamis (21/11) kemarin.
Pria yang akrab disapa Cik Bur ini menjelaskan, hasilnya akan dilihat nanti setelah dua lembaga survei tingkat nasional melakukan survei kepada kandidat yang mendaftar. "Kita mendukung orang yang akan menang, kalau orang bakal kalah untuk apa," ujarnya.
Dilanjutkannya, pihaknya akan menunggu hasil dari kedua lembaga survei nasional yaitu Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan Roda Tiga.
"Nanti kita akan lihat gambarannya, sebab belum tentu orang yang popularitasnya tinggi juga baik elektabilitasnya. Ini belum tentu korelasinya linear terhadap pilihan masyarakat. Tapi kadang-kadang orang yang elektabilitasnya rendah saat ini tahu-tahu saat di survei bagus. Inilah ukurannya, Jadi kita jangan beli kucing dalam karung," sebutnya.
Parpol lainnya, PDIP sampai saat ini belum menentukan ke mana arah dukungan untuk 5 kabupaten/kota yang menyelenggarakan Pilkada termasuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2020 mendatang di Provinsi Jambi.
Namun sepertinya PDIP memberikan keleluasaan bagi kandidat Bacakada yang belum sempat mendaftar di tingkat Kabupaten/kota atau provinsi menggunakan pintu pendaftaran melalui DPP.
"Kalau soal arah dukungan kita itu belum," kata Edi Purwanto.
Ia menjelaskan saat ini pihaknya memberikan keleluasaan kepada kandidat yang mendaftar untuk bersosialisasi ke tengah masyarakat.
"Toh waktunya juga masih cukup panjang, mungkin nanti sekitar Januari tahun depan kita akan survei, baru didiskusikan siapa yang akan kita usung," ujarnya.
Bagaimana dengan kandidat Bacagub yang tidak sempat mendaftar di DPD PDIP apakah nanti tetap bisa mendaftar lewat DPP? Edi Purwanto mengakui hal ini bisa saja dilakukan.
"Kan mekanismenya begitu, bagi teman-teman yang misalnya DPC-nya sudah tutup, sama seperti Jawa Tengah itu Mas Gibran Rakabuming DPC sudah tutup ya tidak bisa mendaftar di DPC tapi bisa melalui DPD atau DPP," kata Ketua DPRD Provinsi Jambi ini.
Ditanya apakah Bacagub yang telah mendaftar di PDIP apakah punya kebebasan menentukan wakil atau pihaknya yang akan menentukan? Menurut Edi Purwanto ini akan didiskusikan karena ada dua pola yang bakal dilakukan.
"Ada dua pola yang pertama dia langsung menentukan wakilnya siapa. Kedua, kita akan diskusikan wakilnya siapa," tandasnya.(*/sm)
Yunninta Sampaikan Empat Kunci Milenial Untuk Menjadi Pribadi Unggul
Gantikan Taufik Pimpin Golkar Jambi, Sarmuji Kumpulkan Pengurus MInggu Ini
Ini Klarifikasi Gerindra Terkait Polemik Pengembalian Berkas Bakal Cawako Sungai Penuh
Pergantian Plt Ketua Golkar Jambi, Pengamat Sebut Itu Hanya Kepentingan Munas Tidak Pilgub
7 Calon Mendaftar di Gerindra Diluar Internal, SAH: Orang Dalam Tidak Perlu Diumumkan
Partai Golkar Yakin Yunninta Akan Unggul Di Pilkada Batanghari 2020
Wali Kota Jambi Peringatkan ASN Jangan Ngonten-Live saat Jam Kerja, Ancam Copot Kepala OPD Malas



