JAMBERITA.COM- Ketua TP PKK Batanghari Hj Yunninta Asmara, SH mengajak generasi muda Batanghari untuk terus memacu diri menghadapi perkembangan zaman yang makin kompleks.
Demi menghadapi ini Yunninta menyebut, ada tiga kemampuan yang harus dimiliki generasi milenial di abad 21 agar menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) unggul.
Pertama yang harus dipenuhi generasi muda adalah, kemauan dan kemampuan belajar, yakni berpikir kritis, kreatif, memiliki kemampuan komunikasi, dan kolaborasi yang efektif.
"Ini penting karena kita ingin terus meningkatkan kapasitas kita sekaligus beradaptasi dengan perubahan zaman," ujar Wakil Ketua DPRD Batanghari tersebut. "
Sedangkan yang kedua adalah kemampuan literasi, yang meliputi informasi media dan teknologi. Bahkan istri dari Bupati Batanghari Syahirsah ini menilai hal tersebut penting, sebab sekarang begitu banyak informasi atau kerap disebut tsunami informasi.
Dengan kemampuan literasi, maka milenial akan lebih kritis terhadap suatu informasi dan tidak langsung menelannya bulat-bulat.
"Bisa saja terjebak di generasi penyebar berita palsu, kampanye hitam, bahkan ujaran kebencian. Biayanya terlalu tinggi kalau itu jadi kelaziman di negeri kita. Akan menambah tingkat kebodohan, hanya menambah keruh situasi, lebih buruk lagi bisa memecah bela anak bangsa," jelasnya.
Kemudian kemampuan ketiga yang harus dimiliki, menurut Yunninta, adalah keterampilan hidup. Bagaimana Milenial harus fleksibel, inisiatif, dan kemampuan sosial. Ini membekali milenial untuk survive dalam kehidupan di abad 21.
"Sering kali kemampuan sosial lebih penting dari kemampuan intelektual. Walaupun dua hal tersebut sama baiknya, yakni kapasitas intelektual diperkuat sosial,” tegasnya.
Sedangkan yang terakhir keempat, Yunninta mengingatkan doa orang tua, restu ibu bapak, se maju apa pun zaman jangan lupakan orang tua, berbuat baiklah pada mereka, karena doa mereka sangat makbul untuk anak muda meraih kesuksesan, kesuksesan dunia akhirat.
Terakhir Yunninta juga mengajak milenial untuk tidak mudah menyerah dan mempunyai mimpi besar yang selalu di-update dan upgrade.
"Saya punya mimpi besar yang baru untuk berkontribusi lebih luas untuk masyarakat. Hanya ada satu dan risikonya besar tidak bisa kembali lagi. Begitu keluar enggak bisa balik, risikonya kalah. Tapi saya tidak merasa kalah. Sukses itu bukan soal kalah atau menang, sukses itu cepat bangkit dari gagal kita," pungkasnya.(*/sm)
Warga Pemayung ini Sebut Nomor Urut Satu Bagi Paslon Yuninta-Mahdan Simbol Kemenangan
Dukungan Tak Terbendung, Warga Desa Rawa Mekar Teriakkan Yunninta-Mahdan Harga Mati
Gantikan Taufik Pimpin Golkar Jambi, Sarmuji Kumpulkan Pengurus MInggu Ini
Ini Klarifikasi Gerindra Terkait Polemik Pengembalian Berkas Bakal Cawako Sungai Penuh
Pergantian Plt Ketua Golkar Jambi, Pengamat Sebut Itu Hanya Kepentingan Munas Tidak Pilgub
Wali Kota Jambi Peringatkan ASN Jangan Ngonten-Live saat Jam Kerja, Ancam Copot Kepala OPD Malas



