JAMBERITA.COM- Ketua DPD Partai Berkarya Bungo, Djusli Ramli dipecat oleh DPW Berkarya Provinsi Jambi. Ini setelah diterbitkan surat keputusan DPW Berkarya bernomor SK-021/DPW-JAMBI/XI/2019 yang diketahui oleh DPP setelah mempertimbangkan petunjuk Ketua Umum Berkarya pada tanggal 1 Oktober 2019 tentang pengurus yang tidak loyal, tidak bisa bekerja sama.
Persoalan pemecatan ini bermula, terkait dengan kedatangan Mashuri bakal calon Bupati ke DPP bertemu Ketua DPP Berkarya Tommy Soeharto tanpa memberi tahu DPD Berkarya Jambi yang dibawa oleh Ketua DPD Berkarya Bungo Djusli Ramli.
Ketua DPW Berkarya Provinsi Jambi, Ambiar Usman mengungkapkan, sebelumnya pihak DPW sudah mempertimbangkan untuk membuat surat tembusan ke DPP Berkarya. Namun, persoalan internal yang tidak bisa terselesaikan dan dianggap melanggar AD/ART Partai, maka DPW Berkarya Provinsi Jambi berekomendasikan untuk dilakukan pemecatan.
“Ini pembelajaran dindo, selain diatur oleh AD/ART Parpol ini juga memiliki etika politik. Perlu komunikasi, loyalitas, dan mosi kepercayaan didalam kepengurusan,”tegas Ambiar Usman.
Lanjutnya, untuk kepengurusan DPD Berkarya Bungo, PLT nya sudah kita tunjuk saudara Zulkiflu US. “PLT sudah kita tunjuk,” singkat Ambiar Usman.
Untuk diketahui, Ketua DPW Partai Berkarya Provinsi Jambi, Ambiar Usman, angkat bicara soal foto yang tersebar di Media Sosial yang menunjukkan dua bakal calon Bupati yang menghadap Tomi Soeharto Ketua DPP Berkarya di Jakarta.
Ambiar Usman mengungkapkan, bahwa kedua bakal calon Bupati ini, Mashuri dari Bungo dan Muklis dari Tanjab Barat, langsung menghadap Ketua Umum Berkarya Tomi Soeharto untuk memperoleh dukungan pada Pilkada 2020 mendatang.
Sikap ini, tegas Ambiar Usman, sudah tidak menghormati fungsionaris DPW Berkarya Provinsi Jambi. “Itu sudah tidak etis, Partai Berkarya ada mekanisme sendirinya, dan saya pastikan tidak akan memproses kedua bakal calon ini nantinya,” tegas Ambiar Usman.
Didalam aturan Partai Berkarya, tetap pada proses ditingkat DPD dan DPW, dan barulah di DPP. “Yang mengetahui proses Pilkada di daerah nantinya, adalah DPW. Dan semua proses nantinya DPW lah yang akan menentukan ke DPP. Jadi sekali lagi sikap itu sangat tidak etis sekali didalam aturan dan ADRT Partai Berkaya,” jelas Ambiar Usman.
“Sangat disayangkan, kok mekanisme, tahapan dan Aturan Ad/Art tidak Dihormati, saya akan berikan teguran keras terhadap Ketua DPD Partai Berkarya Bungo dan Katua DPD Berkarya Tanjab Barat. Ini seharusnya bisa mereka cegah, kejadian yang sangat tidak diperlukan ini. Sudah Semestinya ini merupakan tugas DPD berkarya Bungo dan Tanjab Barat untuk melaksanakan aturan Partai tahapan demi tahapan,” tegas Ambiar Usman.(muz)
Peluang Parpol non Parlemen di Pilkada, Pengamat: Tidak Ada Kursi, Tetap Ada Massa
Yunninta Beber Strategi Percepatan Pembangunan Desa Di Batanghari
BREAKING NEWS: Sarmuji Gantikan Taufik Pimpin Plt Ketua Golkar Jambi
Pasangan Muklis-Supardi Dikabarkan Retak, Begini Kata Bacabup Muklis
SAH : Gerindra Akan Dukung Calon yang Punya Kapasitas dan Track Record
Utamakan Ikhtiar, Yunninta Tak Mau Kepedean Di Pilkada Batanghari
Wali Kota Jambi Peringatkan ASN Jangan Ngonten-Live saat Jam Kerja, Ancam Copot Kepala OPD Malas



