JAMBERITA.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi melibatkan beberapa elemen masyarakat menggelar upacara Peringatan Hari Pahlawan di lapangan Kantor Gubernur Jambi Minggu pagi (10/11/2019).
Di Jambi, untuk menghormati perjuangan pahlwan melawan kolonoalisme, dibangun Tugu Juang yang berada di Simpang Tiga Sipin Kota Jambi.
Untuk diketahui aset tersebut merupakan milik Pemprov Jambi, pada era mantan Gubernur Zumi Zola sempat dilakukan revitalisasi dengan anggaran sekitar Rp5,1 Miliar dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Akan tetapi setelah pembangunan, kondisi taman memprihatinkan karena terkesan kurang diperhatikan.
Padahal taman terbuka hijau yang diharapkan memiliki nilai dan kesan sejarah para pejuang dengan konsep yang tertata.
Mulai dari lahan parkir, teater, tempat untuk masyarakat seni, galeri, dan kuliner.
Wakil Ketua DPD Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Jambi Suratman mendesak Pemerintah agar peduli dengan Tugu Juang karena itu adalah ikon Jambi yang perlu dilakukan perawatan dan pemeliharaan.
"Itu tugas Biro Aset, kita sudah mulai sedikit sedikit benahi, sekarang ada renovasi, memang perlu perawatan pemeliharaan itu tugas aset mudah-mudahan pemerintah disini peduli dengan tugu juang ini," ujarnya di Kantor Gubernur Jambi.
Dalam menjaga ikon Jambi ini, lanjutnya, semua masyarakat harus ada rasa memiliki, bukan hanya dari Pemprov Jambi akan tetapi dari Pemkot Jambi juga demikian."Itu tugas kita semua dan rasa memiliki harus ada, mudah mudahan nanti ada perbaikan lah," jelasnya.
Di tempat yang sama, Asisten I Setda Provinsi Jambi Apani mewakili Gubernur Jambi dalam upacara mengatakan akan membicarakan usulan pemeliharaan taman tugu juang.
"Iya akan kita upayakan dan kita bicarakan ya, kalau pun ada yang perlu diperbaiki kan nantiperlu juga ada kajian kajian," tandasnya.
Berdasarkan penelusuran jamberita.com melalui http://disparbud.jambikota.go.id , Pada tanggal 29 Desember 1949 silam terjadi serangan Belanda di Kota Jambi. Tentara Belanda mendarat di Bandara Palmerah dan Bajubang. Mereka bergerak mengepung kota dari berbagai penjuru.
Perlawanan juga disiapkan oleh Badan Keamanan Rakyat (BKR) dengan para prajurit Tentara Nasional, kemudian terjadi pertempuran sengit hingga jelang malam.
Pertempuran ini dikenal dengan “Perang Simpang Tiga Sipin”. Untuk mengenang heroism kejuangan para Pahlawan Jambi yang gugur sebagai kusuma bangsa didirikanlah Tugu juangm Tugu ini simbol kobaran semangat rakyat Jambi mempertahankan kemerdekaan sekuat tenaga.(afm)
Kakak Beradik Sabet Medali Kejurprov Perdana Sepatu Roda Jambi, Ini Cerita Orang Tuanya
Sah Memeluk Agama Islam di Jambi, Putu Bianca Septiary Sebut Disetujui Orang Tua
Dipandu Syahadat oleh Kombes Pol Edy, Wanita Cantik di Jambi Ini Sah Memeluk Agama Islam
Atlet Jambi Berhasil Dulang 38 Medali di Porwil Bengkulu, Ini Rinciannya
Rapat Dengan Menaker, SAH Ingatkan Pentingnya Grand Design Ketenagakerjaan Indonesia


Komisaris Utama PT PAL Bengawan Kamto Kembali Ditahan di Rutan Jambi


