SAH Harap Umat Jangan Tertinggal Karena Kurang Memahami Al-Qur'an



Jumat, 11 Oktober 2019 - 07:46:11 WIB



Sutan Adil Hendra
Sutan Adil Hendra

JAMBERITA.COM- Satu hal yang menarik disampaikan Anggota DPR RI dari Provinsi Jambi Sutan Adil Hendra (SAH) ketika menyampaikan kuliah tujuh menit (Kultum) subuh di Mesjid Al Amin Komplek DPR / MPR (7/10) kemarin.

Dalam paparannya Anggota Fraksi Partai Gerindra itu menyatakan keprihatinannya akan kondisi umat Islam saat ini, dimana menurutnya tidak satupun negara Islam di dunia yang menjadi negara hebat. 

Saat ini negara-negara besar yang maju di bidang sains dan mencapai kemakmuran justru negara-negara non Islam. hal ini karena kelemahan orang Islam sendiri, bersebab tidak lagi memahami isi kandungan kitab suci Al-Quran, ungkapnya dihadapan jamaah.

Di depan para anggota majelis Subuh itu SAH mengatakan dekadensi ilmu pengetahuan umat Islam, termasuk di Jambi daerah pemilihannya, karena tidak mampu lagi memahami isi Al-Quran, yang merupakan gudangnya ilmu pengetahuan.

“Bila kita uji, mayoritas orang Indonesia pasti bisa baca Qur'an. Tapi apakah mereka memahami makna yang terkandung di dalamnya? Tentu saja tidak. Padahal Qur'an adalah gudangnya ilmu penegtahuan,” ujar suami dari Hj. Efi Herawati tersebut. 

SAH menyebutkan juga, mengapa Albert Einsten yang merupakan Yahudi, bisa menemukan berbagai hal dengan disiplin ilmu fisika yang ia punyai, karena ia tidak berhenti mencari. Ilham-ilham yang ia dapatkan selalu dicatat dan kemudian diteliti dengan sungguh-sungguh. Sehingga kemudian berhasil menemukan berbagai teori yang berguna bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

“Allah tidak pernah membedakan antara muslim dan non muslim dalam hal pengetahuan. Allah akan memberikan kepada siapapun yang terus menerus mencari. Karena orang-orang itu tidak berhenti mencari maka merekalah yang mendapatkannya,” imbuhnya.

Tentu, untuk mengembalikan kejayaan Islam belumlah terlambat. Ia mengajak segenap stakeholder sampai ke pimpinan gampong, untuk mulai merencanakan dan menghidupkan kembali kelompok pengajian sebagai tempat untuk mempelajari Qur'an.

“Mesjid, Mushola dan Langgar yang bukan saja sebagai tempat shalat, tapi juga sebagai tempat belajar, mari kita hidupkan kembali fungsinya,” ujar pria yang lama di Komisi Pendidikan DPR RI itu. 

“Kalau ini tidak kita mulai dari sekarang, kapan lagi mau dilakukan. kalau ingin maju maka kita harus bersedia bergerak menjadikan Al Qur'an gaya hidup masyarakat," tandasnya.(*/sm)

 





Artikel Rekomendasi