JAMBERITA.COM- Generasi muda jangan suka meraih kesuksesan dengan cara cepat atau instan. Karena untuk meraih sesuatu dibutuhkan perjuangan atau pengorbanan, selain juga keberanian.
Pernyataan ini disampaikan Anggota DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH) ketika melakukan dialog bersama Paguyuban Mahasiswa Teknik Informatika di Jakarta ((6/10/2019) kemarin.
Dalam kesempatan itu SAH mendorong para generasi muda untuk memiliki etos kerja serta daya juang yang tinggi.
“Banyak orang yang berpikir apa yang membawa saya ada di posisi sekarang adalah privileged karena saya anak siapa atau karena apa. Padahal bukan itu, untuk mencapai hal ini atau kesuksesan sekarang kita butuh berjuang," ungkapnya di hadapan mahasiswa tersebut.
Menurutnya, era saat ini banyak generasi muda merasa ini adalah zaman mereka atau mereka lah yang berhak memimpin serta membuat keputusan. Anak muda seringkali menganggap generasi lebih tua lambat dan kaku, sebaliknya generasi tua menganggap generasi muda suka instan dan serba cepat. Seharusnya antar generasi ini saling memahami dan menaruh respect sehingga tidak muncul crash diantara mereka.
“Misal yang muda melihat yang tua bukan lambat namun hati-hati atau penuh perhitungan. Sebaliknya pun juga yang tua melihat yang muda energik penuh semangat. Jadi yang diperlukan adalah kolaborasi bersama. Usia bukan determinan tidak ada orang yang lebih muda atau lebih tua,” katanya.
Selanjutnya SAH mengatakan, era saat ini orang tidak boleh hanya sekedar mendewakan pengalaman yang mereka punya, karena justru akan membuatnya menjadi kaku. Sebaliknya, pengalaman akan menjadi aset bila digunakan untuk membuat langkah atau inovasi baru.
“Kalau orang yang mendewakan pengalaman kemudian men-judge orang lain tidak berpengalaman dan kuno itu yang bahaya. Harusnya pengalaman memperkuat kita untuk merancang inovasi baru,” jelasnya.
Dengan perkembangan IT saat ini, para pengusaha jangan hanya fokus atau pintar digital saja tapi juga memperkuat core bisnisnya. Bila tidak maka pasar dalam negeri akan didominasi oleh barang impor.“Kami harap generasi muda jangan hanya ikut arus tapi juga memperkuat core kompetensi kita,” terang Anggota Fraksi Partai Gerindra tersebut.
Selanjutnya Legislator yang menjadi pentolan komisi pendidikan ini menambahkan, terdapat lima hal yang dibutuhkan untuk mendukung gerakan nasional revolusi mental. Lima hal tersebut yaitu gerakan Indonesia melayani, program nasional Indonesia bersih, Indonesia tertib, Indonesia mandiri dan Indonesia bersatu.
“Kita butuh sesuatu untuk membuat Indonesia maju yakni memperbaiki kualitas SDM kita. Jadi etos kerja harus bagus, kerja keras, dan jangan lupa budi pekerti luhur. Kesuksesan individu bisa membawa kegagalan kolektif kalau hanya fokus pada individu atau diri sendiri saja," tandasnya.(*/sm)
SAH Dorong Momentum Idul Adha Menggerakkan Ekonomi Peternak Lokal
SAH Apresiasi Langkah Cepat Wamentan Sudaryono Stabilkan Harga Sawit, Negara Hadir Lindungi Petani
Sambut Idul Adha 1447 H, SAH Ajak Masyarakat Jambi Pererat Kebersamaan
Kapolda Apresiasi Predikat WBK dan WBBM Ditlantas Polda Jambi hingga Serahkan Kendaraan Dinas
Ini 28 Anggota DPRD Provinsi Jambi yang Duduk di Badan Anggaran
Pembentukan AKD Dikabarkan Deadlock, Anggota DPRD Ini Sebut Hanya Istirahat Shalat
Kejati Jambi Sembelih 14 Hewan Kurban, Daging Langsung di Distribusi ke Masyarakat



