SAH : Ekonomi Kreatif Menunjang Pembentukan Kelas Menengah Baru Di Indonesia



Jumat, 26 Juli 2019 - 07:54:10 WIB



JAMBERITA.COM- Laju pengembangan Ekonomi Kreatif tanah air yang tergolong progesif dinilai berbagai kalangan akan mampu menunjang lahirnya kelas menengah baru dalam struktur ekonomi masyarakat, sehingga DPR dan pemerintah berkomitmen untuk terus mengembangkan ekraf tanah air.

"Masa depan kita ada pada ekonomi imajinasi, ekonomi yang hadir karena adanya kreativitas, mereka yang punya kreativitas akan menjadi tulang punggung kelompok ekonomi menengah Indonesia ke depan," ucap SAH sapaan akrab Pimpinan Komisi X DPR Sutan Adil Hendra di Jakarta (25/7) kemarin.

Menurut Anggota Fraksi Partai Gerindra ini, ekraf menjadi bagian utama dalam proses pembangunan di Indonesia. Sebagai negara yang memiliki jumlah penduduk terbanyak ekspor ekraf masih relatif kecil, yaitu sebesar 9,6 persen.

Padahal berbagai komoditas ekraf berkembang di tanah air. Misalnya game developer, seni pertunjukan, film, musik, fotografi, desain komunikasi visual, kriya keramik, kerajinan rotan, kerajinan tangan, fashion, batik, bambu, dan banyak komoditas lainnya.

Apalagi, kata SAH, sekarang pemerintah lagi mengembangkan beberapa program unggulan seperti One Village One Company (OVOC) maupun One Pesantren One Company (OPOC), dalam rangkaian Program Inovasi Desa, dimana program tersebut akan bergerak di bidang industri kreatif.

Misalnya desa mengembangkan esteem tourism dan desa wisata. Pesantren mengembangkan produk kerajinan khas di wilayahnya. Selain itu, ada pula yang mengembangkan produk kuliner dan produk furnitur bernilai seni.

Dengan program tersebut, banyak desa yang berubah status dari desa berkembang menjadi desa maju. Artinya, banyak desa yang mampu mengoptimalkan dan mengelola sumber daya sosial, ekonomi, dan ekologi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

"Desa maju memiliki kemampuan mengelolanya, sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup manusianya, dan menanggulangi kemiskinan," jelas  legislator dari Jambi ini. 

"Untuk mencapai integrasi program dan kegiatan, maka dibutuhkan sinergi dan kolaborasi yang intensif antar Kementerian dan Lembaga agar pelaksanaan ini dapat berjalan optimal," pungkasnya.(*/sm)

 

 





Artikel Rekomendasi