JAMBERITA.COM - Penambangan emas liar, banjir dan longsor dan konflik sumber daya alam masih menjadi problematika Jambi sepanjang 2018.
Peristiwa tersebut merupakan akumulasi dari kekeliruan pengelolaan sumber daya alam Jambi.
Hutan sebagai tonggak penting dalam keseimbangan ekosistem sudah berada dalam kondisi yang memprihatinkan.
Dari analisis citra satelit yang dilakukan WARSI tutupan hutan Jambi hanya tinggal 920 ribu ha, atau hanya 18 persen dari total wilayah Jambi.
Jauh dari bawah syarat minimum keseimbangan ekosistem yaitu 30 persen.
Ketidakseimbangan ekosistem ini disebabkan oleh alih fungsi hutan untuk berbagai peruntukan. Perkebunan kelapa sawit mendominasi penguasaan lahan dengan 1,8 juta ha, kemudian di susul oleh HTI seluas 776.652 ha dan HPH 67.140 ha.
“Penguasaan yang sangat masif untuk tanaman monokultur inilah yang membawa dampak buruk bagi ekosistem sehingga berbuah bencana dan konflik,” kata Rudi Syaf Direktur Komunitas Konservasi Indonesia Warsi dalam acara Media Gathering Catatan Akhir WARSI Tahun 2018 di Kantor WARSI, Telanaipura Kota Jambi.(*/sm)
Sosialisasi Pemilu, KOPIPEDE dan KPU Gelar Electiontainment Outbond Kepemiluan
Kapolresta Jambi Pimpin Sertijab Kasat Reskrim, Ini Pejabat Barunya
Kadis DP3AP2 Provinsi Jambi Dapat Kejutan Dua Kue Spesial Sekaligus
Lutpiah Kumpulkan Kadis P2TP2A se Kabupaten Kota, Ini Tujuannya
Pelatihan Anggota Forum Puspa Provinsi Jambi Resmi Dibuka, Begini Kata Lutpiah
Progres Pemeliharaan Jalan Ranah Pemetik Capai 45 Persen, UPTD WDP Tinjau Lapangan

