JAMBERITA.COM - Ketua Dharma Wanita Provinsi (DWP) Neta Aryani Dianto bersama rombongan menyantuni anak panti asuhan Baiturraham di Kelurahan Rajawali, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi.
Dikatakan Neta Dianto, kedatangan Dharma Wanita adalah salah satu wujud syukur ibu-ibu yang tergabung dalam Dharma Wanita Persatuan untuk berbagi bersama anak-anak.
"Mudah-mudahan apa yang kami bawa ini bisa bermanfaat untuk anak-anak dan apa yang mereka cita-citakan dapat tercapai dan dapat menjadi anak-anak yang dibanggakan," ungkap Neta Dianto saat menyambangi panti asuhan, kemarin Rabu (23/5/2018).
Contohnya tadi, kata Neta, dirinya sempat mendengar ada yang menjadi Hafiz dan Hafizah. Dari itu Neta berpesan, jangan berhenti belajar untuk mencapai cita-cita dan semoga diberikan kekuatan untuk medapatkan keberhasilan.
"Anak-anak patuhilah pesan dan aturan yang dibuat oleh bapak dan ibu pengurus panti yang saat ini menjadi orang tua kalian," terangnya.
Neta Dianto menjelaskan bahwa kegiatan ini akan dijadikan agenda rutin setiap bulan Suci Ramadhan sebagai keperdulian DWP kepada masyarakat, sebelumnya juga DWP mengadakan pasar murah.
"Kali ini kami ingin menunjukkan kepedulian kami, rasa syukur kami dengan memberikan bantuan kepada anak-anak yatim piatu di panti asuhan," ungkapnya.
DWP berharap kegiatan ini dapat terus di lakukan dan di agendakan menjadi kegiatan rutin Dharma Wanita setiap tahunnya. Kegiatan ini juga diharapkan dapat diikuti oleh organisasi lainnya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, Pengelola dan pengurus Panti Asuhan Baiturahman Khairul Aswan menjelaskan, bahwa panti ini maksimal menerima 35 orang anak, dan saat ini jumlah tersebut telah terpenuhi dengan jumlah putra 22 orang dan putri 13.
Khairul mengurus dan mengelola panti bersama istrinya Rubianti. Saat ini bangunan yang ditempati bukanlah milik pribadi, melainkan atas nama sewa.
"Panti ini berdiri sejak Desember 2015, pertama kali menampung 15 orang anak. Anak -nak ini berasal dari Kabupaten Sarolangun, Merangin, Tebo, dan Muaro Jambi, anak anak yang diterima di sini adalah anak yatim piatu dan duafa. Usia anak yang ada di sini mulai usia 5 tahun yaitu usia PAUD sampai yang terbesar kelas 3 SMK," jelas Khairul.
Khairul mengatakan, panti ini berdiri secara mandiri dan untuk memenuhi kebutuhan sehari anak-anak panti selain mendapatkan dana dari donatur, mereka juga menjual produk kerajinan yang dibuat oleh anak-anak panti.
"Anak-anak selain bersekolah di sekolah umum juga diberikan pendidikan agama dan keterampilan hidup dengan bekarya dan berdagang untuk bekal hidup mereka dan juga memenuhi kebutuhan panti, karena setelah SMA mereka dilepas untuk dapat hidup mandiri," tutupnya.(afm)
Hearing Dengan BPS, SAH Minta Pemerintah Lakukan Sinkronisasi Data Pendidikan
Sinergitas Teknis Penanggulangan Karhutla, Sekda: Harus Jelas Siapa Berbuat Apa
Rapat Internal Komisi, SAH Perjuangkan Indikator Anggaran Yang Lebih Berkeadilan
Fachrori Umar Hadiri Undangan 40 Hari Almarhum Zoerman Manap


Koordinasi Kemenkum - DPRD Jambi : Karo Hukum Dukung Operasional Posbankum Gunakan Dana BKBK


