JAMERITA.COM- Ketua DPD Gerindra Provinsi Jambi, Sutan Adil Hendra menanggapi santai soal berpindahnya Dodi Sularo ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Ia mempersilahkan masyarakat untuk menilai.
“Silahkan masyarakat menilai. Dalam berpartai ini yang penting komitmen dan konsisten. Soal komitmen tentu yang tahu dia sendiri. Tapi soal konsistensi bisa dilihat dari trackrecordnya,”kata SAH sambil tertawa ketika dihubungi melalui telepon selulernya siang ini Jumat (18/5/2018).
Ia mengatakan menghormati pilihan Dodi Sularso yang memilih PPP. “Saat keluar dari PDIP, saya tanyakan apakah nyaman di PDIP. Dia bilang tidak nyaman. Saya tanyakan apakah nyaman di Gerindra. Dia bilang sangat nyaman. Banhkan banyak belajar politik disini,”katanya.
Makanya, pada saat Ia meminta maju untuk caleg Provinsi Jambi dapil Kota Jambi, pihaknya mengakomodirnya. Bahkan, Ia dipercaya sebagai Korda Kota Jambi. Padahal ada Budi Yako yang saat ini merupakan Anggota DPRD Provinsi Jambi. Bahkan untuk Pileg dipasang nomor satu.
Inilah yang kemudian menjadi tanda tanya ternyata ia memilih caleg DPR RI. Padahal, jika sebelumnya ingin maju di DPR RI tetap diberikan. “Dia ada menelpon saya. Ingin pamit. Dia mengaku banyak belajar di Gerindra. Tapi dia ingin maju DPR RI. Lalu kenapa tidak di Gerindra. Dia bilang tidak mungkin bisa melawan ketua. Padahal saatnya berpikir Gerindra bisa dua kursi,”katanya.
Namun demikian, itu pilihan politik. Meski pindah-pindah partai ini merusak demokrasi. “Masyarakat bisa menilai lah,”pungkasnya.(sm)
Parpol Rekrut Mantan Kepala Daerah Dulang Suara di Pileg, Berikut Nama-Namanya
Hari Pertama Puasa Tim ZA Bagikan Takjil, Warga Titip Pesan untuk Paslon Nomor 3

