JAMBERITA.COM- Dalam kuliah umumnya di STIE Muhammadiyah pagi ini Kamis (10/5/2018), Ketua DPP PAN Zulkifli Hasan sempat menyinggung kasus Zumi Zola.
Zulkifli Hasan mengatakan, Zola ditangkap KPK bukan karena menjadi kepala daerah yang paling jelek di Indonesia. "Seperti Zola, bukan karena paling jelek. Banyak lebih brengsek, belum ketahuan saja," kata Zulkifli.
Ia mengatakan ini karena ada masalah di sistem negara. Ia pun menanyakan kepada calon kepala daerah apakah bisa terpilih tanpa uang? Tentu tidak. Di Jawa Timur saja, butuh 100 ribu saksi. Dari mana uangnya untuk membayarnya," kata Zulkifli.
Ia mengatakan saat ini sistem negara kita, partai tidak boleh mencari uang.
"Partai ngga boleh cari uang, tapi negara ngga memberikan jaminan untuk partai. Pilkada butuh bayar saksi. Gaji Bupati hanya Rp6 juta. Tapi tidak boleh terima komisi," katanya.
Karena itu, perlu ada pembenahan sistem. Di Amerika, politisi boleh menerima sumbangan. Di Amerika latin, parpol dibiayai negara, tak boleh sumbangan.
Di Swiss, anggota parlemen tidak digaji tapi boleh berbinis. Bagi dokter dan pengacara tetap menjalankan tugasnya.
Di Indonesia, kondisi sistem negara inilah yang melahirkan politik transaksional. Saat ini menjadi penguasa dijadikan jalan singkat untuk kaya dan menjadi raja. "Ini kalo tidak dihentikan bahaya. Mengajarkan rakyat korupsi sedikit, sembako yang menghancurkan negara. Sistemnya dibenahi, rakyatnya diberikan pendidikan. Jangan memberikan persaksikan palsu, memilih karena ditukar sembako. Keberkahan tidak datang," jelasnya.(sm)
Pemerintah Bangun Fondasi Energi Berkelanjutan untuk Generasi Mendatang
Kasus Apif, 3 Saksi Lagi Dipanggil KPK ke Jakarta, Ada Bupati di Jambi
Bicara Politik Hari ini di STIE Muhammadiyah, Zulkifli: Jangan Mau Ditukar Sembako
Dikenal Peduli dan Merakyat, Zainal-Arsal Didukung Masyarakat Suko Pangkat dan Koto Majidin

