JAMBERITA.COM- Calon Walikota Jambi Syarif Fasha merasa beruntung bisa menjalani cuti sebagai Walikota hingga Juni mendatang. Ini karena banyak masukan yang didapat selama turun langsung ke masyarakat di masa kampanye ini.
Seperti pada pertemuan dengan Pengurus dan Anggota Asosiasi Batik Jambi (Asbaja) di Kelurahan Ulu Gedong, Kecamatan Danau Teluk, Jambi Kota Seberang, Senin (30/4/2018) sore. Momen ini juga langsung dimanfaatkan untuk menyampaikan une-uneg selama ini.
Dalam pertemuan ini, Fasha dicurharti Pengurus Asbaja, terutama terkait bantuan alat dan bahan untuk memproduksi Batik Jambi. “Terima kasih telah menghadiri undangan kami Pak Fasha,” kata Raden Akhyar, Ketua Asbaja.
Raden Akhyar menuturkan jika Asbaja terbentuk pada Januari 2017, yang merupakan inisiasi dari Fasha sebagai Walikota Jambi. Saat ini, anggota Asbaja yang aktif berproduksi sebanyak 67 orang.
“Berkat support Pak Fasha, hasil karya Asbaja sudah tampi di Jakarta Fashion Week, di situ kami memproduksi sekitar 2 ribu lembar kain Batik Jambi,” katanya.
Bukan hanya itu, Asbaja di bawah bimbingan Fasha dan Ketua PKK Kota Jambi juga membuat baju batik untuk seluruh Ketua RT di Kota Jambi yang berjumlah 1.706 orang.
“Kami juga aktif diundang dalam seminar wirausaha yang difasilitasi Bank Indonesia,” kata Raden Akhyar.
Kesempatan bertemu dan berdialog dengan Fasha, dimanfaatkan Asbaja untuk menyampaikan beberapa persoalan, di antaranya terkait program peningkatan kapasitas anggota Asbaja.
“Kami juga mengikuti pelatihan dan mempelajari proses membatik menggunakan malam dingin di Pekalongan, namun ini belum bisa kita terapkan di Jambi, karena kendala alat produksi dan bahan yang belum ada, kami masih terkendala biaya,” kata Akhyar.
Akhyar berharap, Pemkot Jambi bisa memberikan bantuan agar produksi Batik Jambi meningkat, “Satu alat print batik menggunakan malam dingin itu sekitar Rp 3,5 juta, tapi kalau kita hanya membeli satu alat tentu akan berat di ongkos kirim, setidaknya kita perlu mendatangkan 5 alat print,” ujar Akhyar.
Menanggapi keinginan Asbaja, Fasha mengungkapkan jika Asbaja merupakan salah satu program unggulannya dalam pemberdayaan UMKM.
“Selama ini kita ketemu dalam konteks pelatihan atau pemberian bantuan, tapi kali ini lain, saat ini saya memiliki waktu yang banyak. Saya ingin ketemu langsung, dialog langsung, kami ingin bagaimana pembatik-pembatik di jambi menjadi pengrajin handal,” kata Fasha.
Fasha mengatakan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan, ia akan berupaya membenahi semua sector dalam produksi Batik Jambi, “Bukan hanya batiknya, tapi juga SDM, alatnya dan juga pemasarannya. Pengrajin cukup kesulitan jika tanpa bantuan dana dari APBD,” ucap Fasha. (sm)
Penuh Kejutan, Giliran Grup Sholawat Tabrisma Jakarta Siap Meriahkan Kampanye Akbar Zainal-Arsal
Sosialisasi di Siulak dan Siulak Mukai, Srikandi ZA Temui Warga Sampai ke Dapur
Pengobatan Gratis Di Tahtul Yaman, Dr Maulana: Pengabdian Pertama Saya Disini
Gelar Try Out Masuk Perguruan Tinggi, PDI Perjuangan Target 5.730 Siswa
Kemnaker–Kowani Perkuat Sinergi untuk Peningkatan Keterampilan dan Akses Kerja Perempuan

