UNJA Ajak Mahasiswa Jaga Alam Melalui Ekoteologi



Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:47:44 WIB



Foto : kuliah umum bertema “Konsep Cinta Lingkungan Perspektif Teologi (Ekoteologi)
Foto : kuliah umum bertema “Konsep Cinta Lingkungan Perspektif Teologi (Ekoteologi)

JAMBERITA.COM - Universitas Jambi (UNJA) menggelar kuliah umum bertema “Konsep Cinta Lingkungan Perspektif Teologi (Ekoteologi): Belajar dari Bencana Alam”, Selasa (13/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Senat Lantai 8 Gedung UNIFAC UNJA Mendalo ini merupakan bagian dari kerja sama UNJA dengan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU).

Kuliah umum ini dihadiri Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Sistem Informasi UNJA, Prof. Dr. Revis Asra, S.Si., M.Si., serta Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerja Sama FKIP UNJA, Dr. Fortunasari, S.S., M.A. Peserta terdiri dari para koordinator program studi dan ketua himpunan mahasiswa dari masing-masing prodi di lingkungan UNJA.

Sebagai narasumber, hadir Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UIN SU yang juga Guru Besar Ilmu Tasawuf UIN SU Medan, Prof. Dr. H. Muzakkir, M.Ag.

Dalam sambutannya, Prof. Revis Asra menyampaikan bahwa tema yang diangkat relevan dengan kehidupan sehari-hari.

“Tema yang kita angkat hari ini sangat relevan dengan kehidupan kita. Menjaga lingkungan bukan hanya persoalan teknis, regulasi, atau anggaran, tetapi juga persoalan nilai, tanggung jawab, serta moral,” ujarnya.

Dalam pemaparan materi, Prof. Muzakkir menjelaskan hubungan antara manusia, lingkungan, dan nilai-nilai teologis. Ia menekankan bahwa manusia dan alam sama-sama terkait dengan Tuhan, sehingga manusia memikul tanggung jawab untuk menjaga lingkungan.

“Tuhan, manusia, dan alam merupakan suatu hal yang terintegrasi. Tuhan menciptakan alam dan menciptakan manusia untuk menjaganya,” jelasnya.

Dalam konsep ekoteologi, lanjutnya, alam bermanfaat bagi kehidupan manusia sekaligus menjadi tanda kebesaran Tuhan.

“Maka, dalam konsep ekoteologi, alam itu adalah sebuah kebermanfaatan. Islam memandang alam sebagai tanda-tanda kebesaran Tuhan dan alam sebagai mi’raj (tempat kembali),” tuturnya.

Prof. Muzakkir juga menyebut tiga hal yang dapat dilakukan manusia untuk menjaga hubungan dengan alam: mencintai lingkungan, melakukan tadabbur, dan menghindari sifat tamak.

Kolaborasi kedua perguruan tinggi ini diharapkan terus melahirkan kegiatan akademik yang tidak hanya memperkaya wawasan mahasiswa, tetapi juga memperkuat kepedulian terhadap lingkungan. Melalui kuliah umum ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami pentingnya menjaga lingkungan melalui perspektif teologi serta menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab dalam merawat alam sebagai bagian dari kehidupan.(Silvi)

Selengkapnya : www.unja.ac.id





Artikel Rekomendasi