Dosen UNJA Bakar Semangat Institusi Perang Melawan Narkoba



Senin, 28 September 2026 - 13:29:55 WIB



Foto : Dosen UNJA Citra Dalmanto/JMB.
Foto : Dosen UNJA Citra Dalmanto/JMB.

JAMBERITA.COM -  Dosen Ilmu Sosial dan Politik Fakultas Hukum Universitas Jambi sekaligus Direktur Pusat Studi Kepolisian Universitas Jambi, Citra Darminto, membakar semangat institusi dan tempat kerja untuk memperkuat peran dalam mencegah penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.

Menurut Citra, ancaman narkoba di lingkungan kerja tidak dapat dipandang hanya sebagai persoalan pribadi seorang pekerja. Penyalahgunaan narkotika dapat berdampak terhadap produktivitas, keselamatan kerja, keluarga, karier hingga kerugian bagi institusi.

Hal tersebut disampaikan Citra dalam materi membanggun semanagat bersama dalam pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) untuk instansi dan tempat kerja yang diselenggarakan BNN Provinsi Jambi.

“Dunia instansi atau tempat kerja harus memperkuat perannya dalam menghadapi ancaman narkoba. Ini bukan hanya persoalan individu, tetapi dapat berdampak langsung terhadap institusi,” ujar Citra dalam mewakili UNJA sebagai tindaklanjut kerjasama bersama BNNP Jambi yang sudah terjalin dengan baik selama ini.

Ia menjelaskan, materi tersebut menempatkan pekerja sebagai kelompok yang perlu mendapat perhatian serius dalam upaya pencegahan narkoba. Dalam kegiatan kolaborasi UNJA, Polda Jambi dan BNN Provinsi Jambi yang dipaparkan, pekerja tercantum sebesar 59 persen, disusul pelajar 24 persen dan populasi umum 17 persen pemyalahgunaan Narkoba.

Citra mengatakan angka tersebut menjadi pengingat bahwa lingkungan kerja tidak boleh dilepaskan dari agenda P4GN. Menurut dia, tempat kerja memiliki posisi strategis untuk membangun kesadaran sekaligus mencegah agar penyalahgunaan narkoba tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

“Jangan sampai persoalan narkoba dianggap hanya menjadi urusan BNN atau aparat penegak hukum. Lingkungan kerja juga memiliki tanggung jawab untuk melakukan pencegahan,” katanya.

Dalam materi tersebut, sejumlah dampak penyalahgunaan narkoba terhadap pekerja dan institusi juga menjadi perhatian. Di antaranya risiko kehilangan pekerjaan, rusaknya nama baik institusi, terganggunya kehidupan keluarga, hancurnya karier dan masa depan, hingga kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja. Penyalahgunaan narkoba juga disebut dapat menimbulkan kerugian material bagi institusi tempat bekerja, termasuk potensi penggelapan uang perusahaan.

Citra menilai pencegahan harus dibangun melalui kepedulian bersama. Pimpinan maupun pekerja, kata dia, memiliki tanggung jawab menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Ia juga mengingatkan bahwa dampak narkoba tidak berhenti pada pengguna. Korban narkoba dapat membuat keluarga, teman hingga orang-orang yang berada di sekitarnya ikut merasakan dampaknya. Karena itu, Citra mendorong agar persoalan narkoba tidak disikapi dengan membiarkan atau menutup mata ketika terdapat indikasi penyalahgunaan di lingkungan sekitar.

Ia menekankan pentingnya memperkuat peran dunia instansi dan tempat kerja dalam menghadapi ancaman narkoba. “Jabatan dan pekerjaan yang kita miliki harus diikuti dengan kepekaan sosial dan kepedulian terhadap persoalan yang terjadi di masyarakat, termasuk ancaman narkoba,” ujar Citra.

Pada akhirnya, perang melawan narkoba bukan semata-mata perang terhadap zat atau pelakunya, tetapi merupakan upaya menjaga manusia, keluarga, lingkungan kerja dan masa depan generasi bangsa. Semangat “War on Drug for Humanity” menjadi pengingat bahwa setiap pihak memiliki tanggung jawab untuk peduli, mencegah dan tidak membiarkan ancaman narkoba merusak kehidupan masyarakat.

"Perang melawan narkoba adalah perang untuk kemanusiaan dimulai dari kepedulian, lingkungan terdekat, dan keberanian untuk tidak diam," pungkasnya.(afm)





Artikel Rekomendasi