JAMBERITA.COM - Lansia yang sehat adalah lansia yang aktif, namun tetap waspada. Menyadari tingginya risiko kecelakaan fisik pada usia lanjut, mahasiswa KKN Universitas Baiturrahim (UBR) Posko 10 bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ns. Miko Eka Putri, M.Kep, menggelar program "Sehati Lansia" (Sehat dan Hati-Hati Lansia) pada Sabtu (31/01/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Serba Guna Desa Sipin Teluk Duren ini fokus pada tiga agenda utama: Edukasi Risiko Jatuh, Skrining Kesehatan, dan Senam Sehat Lansia.
Kegiatan diawali dengan Senam Sehat Lansia. Di bawah sinar matahari pagi, para lansia tampak sangat antusias mengikuti setiap gerakan yang dipandu oleh mahasiswa. Senam ini dirancang khusus untuk memperkuat otot kaki dan menjaga keseimbangan tubuh, yang merupakan kunci utama dalam mencegah insiden jatuh pada lansia.
Bukan sekadar senam, mahasiswa KKN UBR juga melakukan skrining mendalam untuk memetakan tingkat kerentanan para lansia. Dari hasil pemeriksaan langsung terhadap para peserta, ditemukan data sebagai berikut, 3 Lansia: Berisiko rendah jatuh. ?6 Lansia: Berisiko sedang jatuh. 1 Lansia: Berisiko tinggi jatuh.
Hasil skrining ini kemudian ditindaklanjuti dengan edukasi personal kepada masing-masing lansia dan keluarganya agar lebih waspada terhadap lingkungan rumah, seperti lantai yang licin atau pencahayaan yang kurang.
Edukasi yang diberikan mahasiswa terbukti efektif. Dalam sesi evaluasi, para lansia tidak hanya mampu menyimak, tetapi juga berhasil menjelaskan kembali materi pencegahan jatuh kepada sesama rekannya.
"Senang sekali melihat para orang tua kita di sini bisa aktif bertanya. Bahkan, mereka bisa menjawab pertanyaan temannya sendiri tentang cara mencegah jatuh di rumah. Ini menunjukkan pemahaman mereka meningkat drastis," ujar salah satu perwakilan mahasiswa Posko 10.
Melalui program Sehati Lansia, mahasiswa KKN UBR berharap pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan dalam keseharian. Meminimalkan risiko jatuh berarti menjaga kemandirian lansia dan menghindarkan mereka dari cedera serius yang dapat menurunkan kualitas hidup.
"Kami ingin para lansia di Desa Sipin Teluk Duren tetap bergerak aktif namun tetap aman. Harapannya, keluarga di rumah juga ikut berperan dalam menciptakan lingkungan yang ramah bagi lansia," tutup Ns. Miko Eka Putri, M.Kep selaku DPL.(afm)
Merajut Masa Depan di Balik Hutan: Ketika Akademisi UNJA Bawa Jari-jari SAD Menembus Pasar Digital
Borong Rentetan Penghargaan Sekaligus, Mahasiswa UNJA Ini Bikin Bangga RI di Malaysia-Singapore
Antisipasi Karhutla Ekstrem, Rektor UNJA Tegaskan Pencegahan Harus Mulai Ubah Mindset
Cegah Penyakit Tidak Menular, Mahasiswa KKN UBR Gelar 'Gemas PTM' di Desa Sipin Teluk Duren
GENTAS TBC: Langkah Nyata Mahasiswa KKN UBR Jambi Wujudkan Desa Sumber Jaya Bebas Tuberkulosis
Mahasiswa KKN UBR 'Gerebek' Arisan Emak-emak Desa Sungai Terap, Bawa Resep Jitu Penangkal Hipertensi
Promosikan Produk Unggulan Daerah, Kanwil Kemenkum Jambi Ikuti Rakor Video Indikasi Geografis


