JAMBERITA.COM– Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Jambi, Dr. Ir. H. A. R. Sutan Adil Hendra, M.M., menyoroti fluktuasi harga jual kentang Kerinci yang kerap merugikan petani, khususnya saat panen raya.
Menurutnya, persoalan utama bukan pada kualitas produksi, melainkan pada tata niaga yang belum terkelola secara optimal.
Sutan Adil Hendra menjelaskan bahwa kentang Kerinci memiliki keunggulan komparatif, baik dari sisi kualitas, ukuran umbi, maupun daya saing pasar.
Namun dalam praktiknya, petani masih sangat bergantung pada tengkulak, sehingga posisi tawar mereka lemah dan harga jual sering jatuh di tingkat produsen.
“Masalah klasik kita adalah rantai distribusi yang panjang. Petani bekerja keras di hulu, tetapi nilai tambah justru dinikmati di hilir. Karena itu, HKTI mendorong strategi channeling pemasaran melalui koperasi tani sebagai solusi struktural,” ujarnya.
Ia menegaskan, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi harus diperkuat sebagai agregator produksi dan distributor hasil pertanian. Melalui koperasi, hasil panen kentang dapat dihimpun, disortir, disimpan, hingga dipasarkan secara kolektif ke pasar induk, ritel modern, maupun industri pengolahan.
Dengan skema tersebut, harga jual kentang di tingkat petani dapat lebih stabil dan transparan.
Selain itu, koperasi juga dapat menjalin kontrak langsung dengan pembeli besar, sehingga kepastian pasar dan harga dapat terjamin sejak awal musim tanam.
“Jika koperasi berfungsi optimal, maka fluktuasi harga bisa ditekan. Petani tidak lagi menjual secara individual, tetapi secara kolektif dengan kekuatan volume dan kualitas yang terjaga,” ungkapnya di Jambi (1/2/26) kemarin.
HKTI Jambi, lanjutnya, siap mendorong penguatan kelembagaan koperasi petani kentang di Kerinci melalui pendampingan manajemen, akses pembiayaan, serta sinergi dengan pemerintah daerah dan BUMN pangan. Langkah ini dinilai sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani hortikultura.
“Kentang Kerinci harus naik kelas. Bukan hanya unggul di lahan, tetapi juga berdaulat di pasar,” pungkasnya.(*)
Keracunan MBG di Muaro Jambi Disebut Fatal, Sementara SPPG Ditutup!
Lomba Perahu HUT Jambi Sukses Digelar, Target Pacu Jalur Lebih Meriah pada Agustus Mendatang
SAH Tegaskan Dukungan Penuh Presiden Prabowo untuk Palestina
SAH Apresiasi Kerja Sekneg Prasetyo Ciptakan Administrasi Negara Responsif dan Akuntabel
Dewan Geram ke RSUD Raden Mattaher Jambi, Sarung Tangan Medis Tidak Ada hingga Rangkap Jabatan Dewas




Lomba Perahu HUT Jambi Sukses Digelar, Target Pacu Jalur Lebih Meriah pada Agustus Mendatang

