Tak Sekadar Berita, Rektor UNJA Terhenyak Lihat Langsung Kondisi Pendidikan Pasca Banjir Tamiang



Minggu, 25 Januari 2026 - 14:01:27 WIB



Foto : Rektor UNJA Prof Dr, Helmi Saat Menyerahkan Bantuan Pendidikan di Aceh/Ist.
Foto : Rektor UNJA Prof Dr, Helmi Saat Menyerahkan Bantuan Pendidikan di Aceh/Ist.

JAMBERITA.COM - Selama ini, dampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang mungkin hanya terlihat sebagai deretan angka dan foto di layar ponsel. Namun, bagi Rektor Universitas Jambi (UNJA), Prof. Helmi, turun langsung ke lapangan adalah sebuah "eye-opener" yang mengubah sudut pandangnya terhadap skala bencana yang sebenarnya.

Dalam misi kemanusiaan yang berlangsung pada 24 Januari 2025, Prof. Helmi bersama tim konsorsium perguruan tinggi menyerahkan bantuan pendidikan langsung kepada sekolah-sekolah yang luluh lantak diterjang air, yakni SMPN 1 Karang Baru dan SDN 1 Karang Bundar.

Meski sering memantau perkembangan bencana melalui media, Prof. Helmi mengaku terkejut saat menyaksikan sendiri realitas di lokasi. Pemulihan ternyata tidak secepat yang dibayangkan, terutama di sektor pendidikan.

"Selama ini kami melihat dampak bencana melalui media, namun setelah turun langsung kami menyadari bahwa dampaknya sangat besar terhadap pendidikan dan aktivitas masyarakat," ungkap Prof. Helmi dengan nada prihatin.

Aksi ini bukan sekadar kunjungan formalitas. UNJA menggandeng Universitas Samudra (UNSAM) serta dukungan penuh dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) kedua universitas. Sinergi ini difokuskan pada pemulihan mental dan fasilitas belajar siswa yang sempat lumpuh.

Bantuan yang disalurkan meliputi, Meja lipat dan alat tulis baru, Tas dan seragam sekolah untuk mengganti yang hanyut atau rusak. Al-Qur’an untuk mendukung kegiatan spiritual siswa.

Seperti yang dilansir dari atjehwatch.com, Kepala SMPN 1 Karang Baru, Edi Wahyudi, S.Pd., M.M., menceritakan kondisi pilu di mana sebagian besar siswanya saat ini masih bertahan di hunian sementara. Bantuan ini dianggap sebagai "oase" di tengah masa sulit. "Bantuan peralatan dan seragam sekolah ini sangat membantu dan menambah semangat belajar anak-anak yang sempat goyah karena bencana," ujar Edi.

Tak berhenti pada bantuan fisik, ada harapan besar agar para mahasiswa juga terjun langsung membantu proses mengajar di sekolah-sekolah tersebut. Hal ini penting mengingat para tenaga pendidik pun masih dalam tahap penyesuaian pascabencana.

Misi kemanusiaan ini menjadi bukti bahwa tembok kampus tidak membatasi kepedulian. Rektor UNJA dan UNSAM menegaskan bahwa pemulihan pendidikan adalah prioritas utama agar anak-anak Aceh Tamiang bisa kembali menatap masa depan dengan optimisme, meski kaki mereka baru saja melangkah keluar dari lumpur sisa banjir.(afm)





Artikel Rekomendasi