Siswa SMKN 3 Tanjabtim Buka Suara: Kami Tidak Akan Mengeroyok Jika Guru Tidak Meninju Duluan



Jumat, 16 Januari 2026 - 20:17:19 WIB



Foto : Pelajar SMKN3 Tanjabtim-Jambi/jmb.
Foto : Pelajar SMKN3 Tanjabtim-Jambi/jmb.

JAMBERITA.COM - Kasus perselisihan antara guru dan siswa di SMK Negeri 3 Kabupaten Tanjung Jabung Timur kini memasuki babak baru. Setelah pihak guru melapor ke Polda Jambi, perwakilan siswa, M. Lutfi Fadhila, akhirnya angkat bicara untuk mengklarifikasi pemicu sebenarnya dari keributan yang terjadi pada Selasa, 13 Januari 2026 lalu.

Lutfi mengungkapkan bahwa kemarahan siswa tidak muncul tanpa alasan. Menurutnya, insiden ini berakar dari sikap guru Bahasa Inggris bernama Agus Saputra yang diduga menghina orang tua salah satu siswa dan melakukan tindakan kekerasan fisik terlebih dahulu.

Berdasarkan penuturan Lutfi pada Jumat (16/1/2026), para siswa awalnya hanya menuntut permintaan maaf dari Agus Saputra terkait ucapannya yang merendahkan orang tua siswa. "Kami para siswa awalnya minta guru tersebut minta maaf karena menghina orang tua siswa, tapi gurunya tidak mau," jelas Lutfi.

Upaya mediasi sempat dilakukan dengan bantuan guru lain yang meminta Agus berbicara di depan para siswa. Namun, bukannya meredam suasana, sikap Agus justru dinilai memancing emosi massa.

"Bukannya minta maaf, yang dibahas malah hal lain. Saat dibawa ke kantor oleh guru komite, guru tersebut justru mengejek kami sambil tersenyum. Kami sangat kecewa sekali saat itu," tambahnya.

Ketegangan memuncak saat Lutfi, yang mengaku sebagai korban penamparan sebelumnya, mencoba mendekati Agus untuk meminta kejujuran dan pertanggungjawaban di depan siswa lainnya. Namun, pendekatan tersebut dibalas dengan kekerasan.

"Saat saya mendekat agar dia bisa bicara jujur, guru tersebut langsung meninju hidung saya," tegas Lutfi.

Pukulan telak ke arah wajah Lutfi itulah yang menjadi pemantik spontanitas rekan-rekan sesama siswa. Melihat teman mereka dipukul di depan mata, massa siswa langsung bereaksi secara agresif. ?"Sebenarnya kalau gurunya tidak meninju duluan, tidak akan terjadi pengeroyokan. Saksinya banyak, para siswa melihat semua. Jadi awalnya saya ditampar dan ditinju guru tersebut," jelasnya 

Hingga saat ini, situasi di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur masih menjadi sorotan publik Jambi setelah upaya mediasi sebelumnya dinyatakan gagal dan kasusnya kini bergulir ke ranah hukum.(afm/sn)





Artikel Rekomendasi