JAMBERITA.COM- Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi kembali melakukan pengecekan dan peninjauan sejumlah titik hotspot yang berada di wilayah perbatasan antara Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan.
Sebelumnya, sepekan lalu sebagai upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) Ditreskrimsus Polda Jambi telah melakukan pengecekan di daerah perbatasan.
Dirreskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Bambang Yugo dalam keterangan tertulisnya mengatakan, "Pengecekan ini menjadi saksi kolaborasi yang efektif dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di perbatasan Provinsi Jambi - Sumatera Selatan," katanya.
Dalam operasi pengecekan ini juga tergabung Polres Muaro Jambi, BPBD Kabupaten Muaro Jambi, Babinsa Koramil, dan Kelompok Masyarakat Peduli Api.
Tim ini bersama-sama mengecek hotspot yang terdeteksi di Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.
Kata Bambang, tim berhasil mengidentifikasi hotspot atau titik api yang terletak di RT 14 Desa Muara Medak dengan luas sekitar 15 hektare.
Meskipun berjarak sekitar 21 kilometer dari perbatasan dengan Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, titik api kebakaran tersebut berada di wilayah Provinsi Sumatera Selatan.
Tim melakukan pengecekan intensif terhadap hotspot dan memastikan koordinatnya di Lintang S -1°47'53" dan Bujur E 104°5'48".
"BPBD Kabupaten Musi Banyuasin bekerja sama dengan masyarakat setempat, termasuk Kelompok Masyarakat Peduli Api Bromo Sakti Pancuran, untuk menangani karhutla dan meminimalisir dampaknya," sebutnya.
Tim juga melakukan upaya kanalisasi di lokasi kebakaran untuk membatasi dan memadamkan sisa-sisa asap, sehingga mengurangi risiko perluasan karhutla.
"Kolaborasi ini menjadi bukti nyata komitmen untuk melindungi lingkungan dan masyarakat sekitar. Kerja sama yang solid antara berbagai instansi dan komunitas lokal sangat penting dalam menanggulangi bencana alam seperti kebakaran ini," sebutnya.
Bambang berharap sinergi yang terbangun dalam penanggulangan ini dapat ditingkatkan ke depannya, untuk menjaga keberlanjutan lingkungan hidup di kedua provinsi tersebut.
"Ini menjadi bukti nyata bahwa respons cepat dan koordinasi yang baik dapat memberikan hasil yang positif dalam menghadapi tantangan alam," tandasnya.(*)
SKK Migas Sumbagsel Sebut Media Field Trip 2026 Sebagai Investasi Strategis Edukasi Publik
Gubernur Al Haris Jadi Responden SE2026, Ajak Masyarakat Jambi Berikan Data Akurat
Sulap Lahan Sempit Jadi Cuan, Bioflok Pertamina EP Jambi Sukses Dongkrak Ekonomi Warga
Operasi Patuh Siginjai 2024 Usai, Ditlantas Polda Jambi Keluarkan 4.831 Surat Tilang
Angkat Daya Beli, SAH Minta Pemerintah Tingkatkan Produktivitas Petani
Bupati Anwar Sadat berharap Camat Cup akan Jaring Bibit Pesepakbola Handal
Danrem 042/Gapu Hadiri Pemusnahan Barang Milik Negara Hasil Penindakan Kepabeanan dan Cukai

