Jalan Khusus Angkutan Batubara Masih Belum Dimulai, Ini Kata Karo Ekonomi Setda Provinsi Jambi



Selasa, 28 Maret 2023 - 17:14:44 WIB



JAMBERITA.COM – Jalan khusus angkutan batubara, yang dibangun oleh tiga perusahaan, saat ini masih belum dimulai konstruksinya. Ketiganya, masih memproses pembebasan lahan yang akan dilalui jalan itu. 

Kepala Biro Ekonomi Ekonomi Setda Provinsi Jambi, Johansyah menyebutkan, masing-masing perusahaan sudah melaksanakan komitmennya sebulan yang lalu. Targetnya pada bulan Desember 2023 mendatang, sudah selesai dibangun dan bisa dilewati angkutan batu bara.

Tiga perusahaan itu yakni PT Putra Bulian, PT Inti Tirta, dan PT SAS, sudah melaporkan progress yang telah terealisasi. Untuk PT Putra Bulian, katanya, pembebasan lahan sudah mencapai 90 persen. 

“Saat ini, mereka tengah melakukan landclearing, dan sudah 30 persen dari Dusun Mudo sampai Sungai Gelam. April, sudah bisa mulai konstruksi,” katanya.

Kemudian untuk PT Inti Mitra, dari Mandiangin ke Tenam, progress pembebasan lahannya sudah mencapai 40 persen. 

“Saat ini mereka sedang bangun jembatan, lad clearing juga sudah mulai,” jelasnya.

Selanjutnya, untuk PT SAS, disebutkan Johansyah, sudah mulai pembebasan lahan. Namun, ada beberapa titik yang bersinggungan dengan lahan perusahaan lain. 

“Soal kapan mulai konstruksinya, belum dilaporkan. Itu dari Sarolangun ke Mendalo Laut,” sebutnya. 

Pada intinya, kata Johansyah, sesuai dengan kesepatakan dan komitmen yang telah disepakati, yang jelas bulan Desember sudah harus siap. Namun, kalau nanti ada kendala ketika konstruksi sedang berjalan, maka akan dilihat seperti apa kendalanya. 

“Jalan khusus ini, adalah upaya paling efektif untuk menyelesaikan masalah,”jelasnya.

Ditanyakan mengenai kendala yang dihadapi perusahaan ketika pembebasan lahan, disebutkannya adalah masalah harga. Ada nego-nego yang harus dilakukan dengan pemilik lahan, hingga mencapai kesepakatan.

“Makanya kami minta, perusahaan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat, seperti apa standard harga untuk ganti untung lahan itu,” pungkasnya. (Tna)



Artikel Rekomendasi