JAMBERITA.COM - Dinas Pendidikan (Disdik) baru mengetahui kejadian perkelahian yang melibatkan pelajar SMA Negeri Titian Teras Abdurrahman Sayoeti Provinsi Jambi setelah hampir satu bulan.
Perestiwa tersebut terjadi pada 4 November 2021, sampai dengan akhirnya Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jambi Adhi Varial Putra baru mendapat laporan dari orang tua anak. Kadis pun langsung memanggil Kepala Sekolah (Kepsek) Titian Teras, Kamis (3/12/2021) kemarin.
Pasalnya dalam kejadian ini, salah satu anak yang terlibat dalam perkelahian mengalami luka robek sebanyak 9 jahitan.
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMA Disdik Provinsi Jambi Misrinadi membenarkan bahwa Kepsek SMA Negeri Titian Teras sudah dipanggil Kepala Dinas (Kadis) untuk dimintai keterangan terkait kejadian itu yang seolah-olah ditutup-tutupi oleh pihak sekolah.
Ia mengatakan, Kepsek seharusnya sebagai pejabat berwenang di SMA unggulan itu bisa terbuka dan melaporkannya. Hal ini, tentu sangat disayangkan oleh pihak Disdik. "Hasil (Pertemuan) dia (Kepsek) mengakui, tidak ada melapor, ke pengawas bahkan ke Diknas," kata Misrinadi, kepada jamberita.com, Minggu (4/12/2021).
Malah kata Misrinadi, pihak sekolah berupaya untuk membuat press release yang dikhawatirkan akan menambah kegaduhan terkait kasus tersebut, karena terkesan untuk melakukan pembenaran/pembelahan.
"Press Release itu bukan laporan, malah disitu nanti beragam macam penafsiran orang dari situ, karena seolah pembelaan, tidak bisa seperti itu," terangnya.
Untuk itu, Kepsek yang didampingi beberapa orang dari pihak sekolah melapor secara lisan kepada Kadisdik Provinsi Jambi."Jadi dia terutama menyampaikan permohonan maaf, (karena tidak melapor) salah," ungkapnya.
Seharusnya apapun kejadian di lingkungan sekolah mestinya harus cepat diselesaikan, terutama menyangkut soal mental anak. "Perbaiki mental, bagaimana kita menyelesaikan permasalahan-permasalahan anak ini sambil memberikan pendidikan dan edukasi bagi yang lain, bukan pihak memihak dan diam-diam saja," sesalnya.
Misrinadi juga tak menapik kesalahan pihak sekolah, seolah menutup-nutupi kejadian ini. "Harusnya dikoordinasikan ke semua pihak, disitu mereka kenanya, jadi akhirnya kemarin kita minta sampai mana prosesnya, nanti hari Selasa nanti akan ada mediasi di Polda , ya selesaikan lah," jelasnya.
Disdik menekankan kepada Kepsek SMA Titian Teras untuk membuat laporan secara tertulis kepada pihak Diknas. Dan pihak Diknas juga menekankan kepada Kepsek agar tidak bisa berpatokan dengan pembicaraan dari orang luar, tetapi berdasarkan regulasi dan aturan yang berlaku.
"Itu juga kita sampaikan, pihak sekolah tidak boleh disetel, apalagi omongan orang. Boleh kita dengar sebagai penguat, tapi dasar bekerja itu aturan, yaitu Surat Keputusan (SK) sebagai Kepsek dari Gubernur itu yang harusnya dikerjakan," tegasnya.
Hari ini, Kadisdik Provinsi Jambi Adhi Varial akan melaporkan ini kepada Gubernur Jambi Al Haris."Hari ini pak kadis di Sungai Gelam nanti ketemu Pak Gubernur, ada acara Pramuka," tambahnya.
Tidak menutup kemungkinan Kepsek akan diberikan sanksi tegas. "Jelas lah,"pungkasnya.(afm)
Gubernur Cup 2026 Ditutup, Kota Jambi Menangkan Laga Final dari Merangin
Paripurna DPRD Jambi Mendadak Hening!, Nasir : Demi Allah, Saya Akan Berhadapan dengan Al Haris
Kolaborasi Mahasiswa KKN UBR Jambi di SDN 042 Sakean, Tanamkan Pola Hidup Bersih Sejak Dini
Peringati Hari HAM Se-Dunia, Polda Jambi Gelar Lomba Orasi Unjuk Rasa Perebutan Piala Kapolri
Ini Baru Mantap ! SAH Tegaskan Peran Hkti Wadah Perjuangan Petani
PKS Bereaksi Soal Pelantikan Pejabat di Pemprov Jambi: Ada Indikasi Politik Belah Bambu



Gubernur Cup 2026 Ditutup, Kota Jambi Menangkan Laga Final dari Merangin



