Pandemi, tak Ada Wawasan Kebangsaan bagi Purna Paskibraka Provinsi Jambi



Senin, 17 Agustus 2020 - 21:51:30 WIB



JAMBERITA.COM- Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dengan tugas utamanya mengibarkan duplikat bendera pusaka dalam upacara peringatan proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Sama hal nya dengan Purna Paskibraka yang kembali bertugas di Upacara HUT RI ke-75 di lapangan Kantor Gubernur Jambi Senin (17/8/2020).

Dimana rangkaian kegiatan mulai dari pelatihan sampai dengan pelaksanakan baik Pengibaran bendera maupun Penurunan bendera dengan menerapkan protokol kesehatan itu dapat berjalan lancar dan sukses.



Mereka yang bertugas di HUT RI ke-75 kali ini hanya 8 orang Paskibraka di tahun 2019 yang di pilih lagi untuk bertugas karena Calon Paskibraka di tahun 2020 yang terpilih akan bertugas di tahun 2021 mendatang.

"Jadi ditahun depan kita tidak lagi melakukan penyeleksian Paskibraka," ujar Plt Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Diskepora) Provinsi Jambi Ronaldi.

Dari 8 Paskibraka itu, 3 orang diantaranya bertugas pembawa bendera, 3 penurunan bendera, 1 pembawa teks undang-undang 1945 dan 1 lagi sebagai cadangan.

"Selama mengikuti pelatihan sampai dengan pelaksanakan mereka diwajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan," katanya.

Suasana peringatan proklamasi kemerdekaan RI tahun ini memang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena Indonesia tak terkecuali di wilayah dalam Provinsi Jambi tengah di landanya wabah covid-19.

"Karena itu, kita mempedomani pusat, Paskibraka ditunjukan hanya 8 orang Purna Paskibraka," terangnya.

Lebih lanjut, Ronaldi berujar, setelah tidak adanya kendala selama pelatihan dan pelaksanaan biasanya para Paskibraka itu akan mengikuti wawasan kebangsaan keluar daerah, kecuali mereka yang bertugas tahun ini.

"Tidak ada wawasan kebangsaan, tapi sebagai bentuk apresiasi dari Pemprov Jambi melalui Diskepora, mereka Purna Paskibraka hanya akan mengunjungi Candi Muaro Jambi besok Selasa (18/8/2020), cukup di dalam daerah saja," tuturnya.(afm/society)





Artikel Rekomendasi