JAMBERITA.COM- Buruknya penanganan COVID-19 di Indonesia mendapat sorotan dari Anggota Komisi IX DPR RI Sutan Adil Hendra (SAH). Berbicara di Jambi (13/4) kemarin Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR itu mengatakan Fatality rate (angka kematian) di Indonesia akibat virus corona sudah melampaui Iran dan Italia.
"Kita harus berani jujur mengatakan penanganan COVID-19 di tanah air buruk, baik di tataran kebijakan maupun koordinasi kesiapsiagaan di jajaran pemerintah dan rumah sakit," jelasnya.
Akibat dari hal ini, Bapak Beasiswa Provinsi Jambi ini mengatakan jumlah penderita melonjak drastis hanya dalam sehari, yakni 227 kasus dari sebelumnya 172 kasus per Rabu (18/3) dan 11 sembuh.
Namun yang paling mengkhawatirkan adalah angka kematian dengan case fatality rate (CFR) yang tinggi.
"Tercatat sudah ada 19 orang dari 227 penderita meninggal, sehingga fatality rate mencapai 8,37% (jumlah meninggal dibagi angka positif x 100%)," jelasnya.
Sebagai catatan, hitungan ini merupakan hitungan cara termudah karena pandemi masih berjalan. Antara satu negara dengan negara lainnya memiliki titik start yang berbeda.
Menurut SAH, buruknya penanganan Corona di Indonesia terjadi karena pemerintah menganggap biasa atau remeh wabah Corona ketika di awal - awal terjadi, ditambah ketidakterbukaan pemerintah dengan data pasien yang terinfeksi membuat kesiapsiagaan pemerintah di semua tingkatan lemah, akibatnya kita terlambat untuk mengantisipasi, padahal negara yang berbatasan langsung dengan China sebagai episentrum wabah relatif aman dengan korban meninggal yang O, artinya memang ada keterlambatan penanganan.
Dalam ini SAH menambahkan ke depan meski terlambat pemerintah setidaknya bisa melakukan kebijakan tegas berupa penerapan karantina wilayah dan melarang mudik lebaran dan hari raya, karena jika mobilitas tidak dibatasi Ketua DPD Partai Gerindra ini mengkhawatirkan akan terjadi lonjakan jumlah masyarakat yang terinfeksi.
"Kita menghimbau pemerintah tanggap dalam mengantisipasi, khususnya menerapkan karantina wilayah dan melarang mobilitas penduduk," tandasnya.(*/sm)
SAH Tutup Diklat Laskar Gerindra 2026, Tekankan Enam Pesan Penting untuk Kader
Sukses Gelar Diklat Laskar Gerindra 2026, SAH Perkuat Kaderisasi dan Soliditas Kader di Jambi
SAH Ucapkan Selamat Ulang Tahun kepada Presiden Prabowo Subianto, Doakan Indonesia Semakin Maju
Dari 8 Orang yang Tunggu Hasil Uji Swab, Salah Satunya Perwira Polda Jambi
Angka ODP Tinggal 571 Orang, 8 PDP di Jambi Tunggu Hasil Swab
Ketua DPRD Edi Dorong Anggaran Rp13 M untuk RSUD Bisa Untuk Uji Swab Sendiri
Angkat Toa di Tengah Aksi, drg Iwan Buka-bukaan Soal Banpres Karhutla Jambi ke RSUD Raden Mattaher!

