Perang Figur Keluarga Pilbup Tanjab Barat, Pengamat: Kejadian Ini Seperti Kisah Mahabrata



Kamis, 13 Februari 2020 - 08:34:24 WIB



Harun Yahya
Harun Yahya

JAMBERITA.COM - Peta politik pada Pilbup Tanjung Jabung Barat menjadi sangat menarik untuk disimak. Ini karena beberapa kandidat bakal calon yang potensial maju berasal dari satu rumpun keluarga. Mereka semua adalah Cici Halimah dengan Mulyani Siregar serta Anwar Sadat dan Amin Abdullah.

Cici halimah sendiri sekarang ini adalah anggota DPRD Tanjung Jabung Barat yang merupakan istri dari Bupati Safrial. Sedangkan Mulyani Siregar merupakan adik kandung dari Safrial yang juga Ketua DPRD Tanjung Jabung Barat serta Ketua DPC PDIP. Mereka berdua memiliki basis ditambah dengan kekuatan partai yang mampu memenangkan pileg 2019 lalu.

Anwar Sadat sendiri saat ini sebagai anggota DPRD Provinsi Jambi yang sebelumnya juga sebagai calon bupati. Amin Abdullah sendiri merupakan seorang ASN yang juga punya kekuatan untuk maju dan mendapatkan respon baik dari masyarakat. Mereka berdua ini memiliki hubungan erat yaitu sebagai sepupu dan ditambah mereka berdua adalah tokoh agama.

Pengamat Politik Ahmad Harun Yahya dalam melihat fenomena ini mengatakan, hal ini menunjukkan bahwa eskalasi politik di Pilbup Tanjab Barat sangat cair, elastis, dan sulit ditebak. Mengapa tidak, dengan munculnya 4 nama ini akan membuat perang internal dalam keluarga itu sendiri.

"Kalau diibaratkan dalam kisah mahabrata itu seperti perang bratayuda. Entah mana yang Kurawa, Pandawa, Widura, maupun Sengkuni. Ini akan jadi peperangan yang luar biasa yang memang paket ini dimajukan dan jadi," katanya, Rabu (12/2/2020).

Ia mengatakan, wilayah ulu pastinya akan menjadi basis besar untuk Mulyani. Tetapi dengan munculnya Cici Halimah, pastinya akan terjadi perebutan suara disana. Safrial sendiri pastinya akan mencari cara terbaik dengan sumber daya lengkap. Ditambah lagi jika Anwar Sadat dan Amin Abdullah maju, pastinya akan terjadi perebutan suara terutama kalangan agamis.

"Akan tetapi akan itu akan terjadi atau tidak perebutan tersebut tinggal menunggu kepastian mereka semua maju dan berpasangan. Terhadap signifikan atau tidak perebutan suara tersebut tentu dengan metode ilmiah bisa diukur. Hanya saja hal ini jangan sampai masyarakat yang menjadi korban terhadap kepentingan elit politik yang tersaji saat ini," tandasnya. (am)












loading...