JAMBERITA.COM– Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM menegaskan bahwa membela program-program keumatan Presiden Prabowo Subianto merupakan bagian dari jihad kebangsaan yang harus dilakukan seluruh elemen masyarakat.
Menurut Sutan Adil Hendra, jihad yang dimaksud bukanlah dalam arti sempit, melainkan perjuangan sungguh-sungguh untuk memastikan program yang berpihak kepada rakyat, umat, dan kepentingan bangsa dapat berjalan dengan baik.
“Program keumatan Presiden Prabowo harus kita bela bersama. Ini adalah jihad dalam arti memperjuangkan kepentingan rakyat, memperkuat ekonomi umat, pendidikan, ketahanan pangan, hingga pelayanan kesehatan,” ujar SAH.
Ia menilai, pemerintahan Prabowo memiliki perhatian besar terhadap kelompok masyarakat bawah, pesantren, pelaku UMKM, petani, nelayan, hingga generasi muda yang membutuhkan akses pendidikan dan lapangan kerja.
Menurut SAH, berbagai program seperti makan bergizi gratis, penguatan koperasi, hilirisasi ekonomi, hingga pemberdayaan pesantren merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap kepentingan umat dan masyarakat kecil.
“Jangan sampai program yang baik justru diganggu oleh kepentingan politik sempit. Kita harus menjaga persatuan dan mengawal kebijakan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” katanya.
SAH juga mengajak seluruh kader Gerindra di Provinsi Jambi untuk turun langsung ke tengah masyarakat, menjelaskan manfaat program pemerintah, sekaligus menjadi jembatan aspirasi rakyat kepada pemerintah pusat.
“Gerindra harus hadir di tengah rakyat. Kita tidak boleh hanya bicara politik, tetapi juga harus menjadi bagian dari solusi atas persoalan umat dan masyarakat,” tegasnya.
Ia optimistis, jika seluruh elemen bangsa bersatu mengawal program-program Presiden Prabowo, maka cita-cita mewujudkan Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan kuat akan lebih cepat tercapai.
“Jihad hari ini adalah menjaga persatuan, membela program rakyat, dan memastikan bangsa ini semakin maju. Itu yang harus kita perjuangkan bersama,” tutupnya.(*)
Gubernur Al Haris Keluhkan Sulitnya Daerah Peroleh Hak PI di Rakernas ADPMET
Kemenkes Rombak Aturan Internsip Buntut Wafatnya dr. Myta, Jam Kerja Dibatasi 40 Jam Seminggu
Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, SAH: Bukti Program Prabowo Bawa Kemajuan untuk Rakyat
Dorong Transparansi - Hasil Audit Forensik Dibuka, DPRD Segera Bentuk Pansus Bank Jambi
Fraksi PDIP tak Puas Jawaban Gubernur Jambi, Waka Samsul : Nanti Didalami Saat LKPJ
Ketua DPRD : Direksi Bank Jambi Perlu Dievaluasi, Pernyataan Kontradiktif dengan Realita di Lapangan


Utang Pemerintah dinilai Masih Aman, Tapi APBN Mulai Kehilangan Kelenturan


