JAMBERITA.COM- Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi, Dr. Ir. H. A. R. Sutan Adil Hendra, MM, atau SAH kembali menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar program bantuan makanan, melainkan investasi strategis jangka panjang untuk masa depan bangsa. Ia menilai masih ada kekeliruan persepsi publik yang melihat MBG hanya sebagai pembagian makanan gratis, padahal dampak utamanya baru akan terasa dalam satu hingga dua dekade mendatang.
Menurutnya, MBG dirancang sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia, khususnya generasi usia sekolah yang akan menjadi tulang punggung ekonomi nasional di masa depan. “Ini bukan program charity. Ini investasi negara untuk mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Hasilnya memang tidak langsung terlihat hari ini, tetapi akan dinikmati 10 sampai 20 tahun ke depan,” tegasnya di Jambi, 4 Maret 2026.
Sutan Adil Hendra menjelaskan, kecukupan gizi sejak usia dini berbanding lurus dengan peningkatan kualitas kognitif, daya saing, dan produktivitas kerja di masa depan. Negara-negara maju, kata dia, telah lama menjadikan intervensi gizi sebagai strategi pembangunan ekonomi. Karena itu, MBG harus dipahami sebagai kebijakan struktural, bukan sekadar respons sosial jangka pendek.
Ia juga menekankan bahwa dampak ekonomi MBG tidak hanya pada penerima manfaat langsung, tetapi turut menggerakkan rantai pasok pangan lokal. Keterlibatan petani, peternak, dan pelaku UMKM dalam penyediaan bahan baku akan menciptakan multiplier effect bagi perekonomian daerah, termasuk di Provinsi Jambi.
“Program ini menggerakkan ekonomi desa, memperkuat ketahanan pangan lokal, sekaligus memastikan anak-anak kita tidak belajar dalam kondisi lapar. Kita sedang menanam benih unggul untuk panen besar di masa depan,” ujarnya.
Sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi, Sutan Adil Hendra mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak melihat MBG secara sempit. Ia menilai keberhasilan program ini memerlukan dukungan kolektif, pengawasan yang transparan, serta sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
“Kalau kita ingin Indonesia Emas 2045 benar-benar terwujud, maka investasi terbesar kita hari ini adalah pada kualitas generasi muda. MBG adalah salah satu instrumen penting menuju ke sana,” pungkasnya.(*)
Rutin Tiap Tahun, SAH Salurkan Zakat, Infaq dan Sedekah untuk Pejuang Kebersihan Telanaipura
Sisi Lain Ivan Wirata : Duduk Dilesehan Bareng Jurnalis, Siap 'Ditegur' Demi Jambi Lebih Baik
Sutan Adil Hendra Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Mantan Wapres Try Sutrisno
Arahan SAH di RAT Kopgartan HKTI, Koperasi Tak Boleh Jauh dari Kepentingan Petani
DPRD Jambi Godok Lima Ranperda Inisiatif, Bapemperda Bidik Strategi Ekonomi Kreatif DKI Jakarta







