Arahan SAH di RAT Kopgartan HKTI, Koperasi Tak Boleh Jauh dari Kepentingan Petani



Minggu, 01 Maret 2026 - 14:04:07 WIB



JAMBERITA.COM- Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 Koperasi Garuda Tani Jambi (Kopgartan) menjadi momentum penting konsolidasi dan evaluasi kinerja organisasi. Dalam forum tersebut, selaku Ketua Dewan Pembina Koperasi Garuda Tani, Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM atau SAH memberikan arahan strategis secara daring melalui Zoom Meeting, menegaskan bahwa koperasi tidak boleh jauh dari kepentingan petani sebagai anggota utamanya.

Menurutnya, kunci sukses koperasi terletak pada kemampuannya menjawab kebutuhan riil anggota. Koperasi tidak cukup hanya menjalankan agenda administratif tahunan, tetapi harus hadir sebagai solusi konkret bagi persoalan ekonomi petani, mulai dari akses permodalan, penyediaan sarana produksi, hingga jaminan pemasaran hasil.

 “Jika koperasi tidak mampu menjawab kebutuhan anggotanya, maka ia akan kehilangan relevansi. Kepercayaan anggota adalah modal sosial terbesar yang harus dijaga,” tegasnya.

RAT tersebut dipimpin oleh Ketua Kopgartan Jambi, Ir. Endrizal, M.Sc., didampingi Sekretaris H. Ahmad Abhar, S.Pd., M.Pd.I. Dalam laporan pertanggungjawaban, pengurus memaparkan capaian kinerja Tahun Buku 2025 sekaligus menyampaikan rencana kerja dan RAPBK Tahun 2026. Bendahara ibu Hj. Sri Budiarti, SE turut menyampaikan laporan keuangan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan koperasi.

Forum ini juga dihadiri anggota Dewan Pembina Ir. H. Tagor Mulia Nasution, MM dan Drs. H. Karimudin, Prof. Dr. Ir. H. Havis Aima, M.S, Ketua Dewan Pengawas H. Amrizal Manan, serta Kepala Dinas Koperasi yang memberikan dukungan terhadap penguatan kelembagaan koperasi di daerah. Kehadiran unsur pembina, pengawas, dan pemerintah daerah mempertegas pentingnya sinergi dalam membangun koperasi yang sehat dan berdaya saing.

Dalam arahannya, Sutan Adil Hendra menekankan bahwa tantangan sektor pertanian semakin kompleks, ditandai fluktuasi harga komoditas, keterbatasan akses pembiayaan, serta persoalan distribusi. Karena itu, koperasi harus adaptif dan responsif, dengan program kerja yang lahir dari aspirasi anggota, bukan semata keputusan dari atas.

RAT Kopgartan Jambi Tahun Buku 2025 ini menjadi penegasan bahwa koperasi harus kembali pada jati dirinya sebagai gerakan ekonomi anggota. Dengan tata kelola yang transparan dan orientasi pelayanan yang kuat, Kopgartan diharapkan semakin kokoh sebagai pilar penguatan ekonomi petani di Provinsi Jambi.(*)





Artikel Rekomendasi