JAMBERITA.COM- Memilih sepatu lari yang tepat sering kali menjadi pembeda antara lari yang nyaman dan lutut yang cepat nyeri. Di antara banyak pilihan, lini Nike Air Zoom dan ZoomX menjadi favorit karena bantalan yang responsif sekaligus ringan.
Untuk sepatu balap kelas atas seperti Vaporfly dan Alphafly, Nike memakai foam ZoomX yang sangat ringan. Bahlan, diklaim memiliki pengembalian energi tertinggi di antara foam Nike. Jika ingin membelinya, berikut rekomendasinya di bawah ini.
1. Nike Men Running Zoom Rival Waffle 6
Bila kamu baru rutin ikut lari 5K atau lomba lintas alam sekolah/kampus dan ingin “naik kelas” dari sepatu kasual, Zoom Rival Waffle 6 adalah pintu masuk yang aman. Outsole dengan pola waffle penuh dirancang untuk menggigit berbagai permukaan.
Di Blibli, sepatu ini dibanderol sekitar Rp1.069.000 dari Nike Sports Flagship Store. Hal itu menjadikannya salah satu opsi Nike Zoom paling terjangkau dalam daftar ini tanpa mengorbankan keaslian dan kualitas.
Untuk pelari yang menginginkan sepatu “andalan harian” yang sanggup diajak lari santai, tempo run, hingga long run, Pegasus 41 adalah pilihan aman. Midsole ReactX yang lebih responsif membungkus dua unit Air Zoom di tumit dan forefoot. Bagian itu menghasilkan kombinasi rasa empuk namun tetap memantul saat kamu menambah kecepatan. Nike Men Running Pegasus 41 Road Shoes dijual sekitar Rp1.789.000 (diskon 15% dari harga awal Rp2.099.000) per 3 Februari 2026.
3. Nike Pegasus 41 SE (Wanita)
Bagi pelari wanita yang menginginkan kenyamanan khas Pegasus dengan tampilan lebih istimewa, varian Pegasus 41 SE bisa menjadi jawabannya. Versi wanita ini menggunakan konstruksi yang sama: midsole ReactX dengan dua unit Air Zoom di depan dan belakang. Upper berbahan engineered mesh dibuat mengikuti bentuk kaki wanita dengan bantalan tambahan di collar dan lidah sepatu.
Menariknya, Nike Women Running Pegasus 41 SE Road Shoes tercatat sebagai produk “Terlaris di Sepatu Lari” di Blibli. Harga promonya sekitar Rp1.869.000 dari harga awal Rp2.199.000.
4. Nike ZoomX Vaporfly Next% 3
Saat targetnya bukan sekadar “finish”, ZoomX Vaporfly Next% 3 mulai terasa relevan. Sepatu ini memakai midsole ZoomX penuh yang sangat ringan. Lalu, digabung dengan pelat karbon penuh yang kaku untuk memberi rasa dorongan kuat ke depan di setiap langkah. Upper Flyknit dengan sistem tali offset dirancang agar bagian punggung kaki tidak mudah tertekan. Sementara itu, outsole yang ditipiskan memungkinkan lebih banyak foam di bawah kaki tanpa menambah berat.
Nike ZoomX Vaporfly Next% 3 White Particle Grey dibanderol sekitar Rp3.999.999. Harga ini memang jauh di atas sepatu latihan biasa, tetapi sangat sepadan bila kamu menggunakannya khusus untuk race day penting.
5. Nike Air Zoom Alphafly Next% 3
Bila kamu sudah sering ikut maraton, Alphafly Next% 3 layak dilirik sebagai senjata utama. Sepatu ini menggabungkan dua unit Air Zoom besar di forefoot dengan midsole ZoomX tebal yang kini sepenuhnya tersambung dari tumit ke depan kaki. Lalu, diperkuat pelat karbon penuh yang sedikit lebih lebar demi stabilitas. Hasilnya adalah sensasi lari yang sangat mengambang namun tetap terasa “mengangkat” setiap kali Anda mendorong dari depan kaki. Nike Air Zoom Alphafly Next% 3 Black Olive Aura dijual sekitar Rp6.199.999 dan ditempatkan di kategori sepatu lari premium.
Untuk pelari pemula yang baru menata rutinitas, Nike Zoom Rival Waffle 6 menawarkan paket grip, ringan, dan harga yang masih ramah kantong. Apa pun levelmu, kuncinya adalah menyesuaikan sepatu dengan tujuan lari, frekuensi latihan, dan anggaran. Harga serta promo di Blibli dapat berubah sewaktu?waktu, jadi sebelum membeli, ada baiknya mengecek kembali ketersediaannya.(*)
Bisakah Zakat, Infak, dan Sedekah Mengentaskan Kemiskinan di Jambi ?
Dana Rp200 Triliun ke Bank Himbara Tak Mengalir Optimal ke Sektor Riil
Fenomena Dua Partai Baru: Antara Pluralisme Politik dan Defisit Kejujuran
Membaca Sejarah, Ketika Catatan Dagang Disamakan dengan Kekuasaan
Literasi Digital SDM, Kunci Efektivitas Pengelolaan Zakat Kota Jambi




Kanwil Kemenkum Jambi Perkuat Layanan hingga Konsultasi ke Ditjen AHU

