SAH Beberkan Kajian HKTI, Hilirisasi Kunci Peningkatan Pendapatan Petani dan Penyerapan Tenaga Kerja



Selasa, 03 Februari 2026 - 16:58:01 WIB



JAMBERITA.COM– Ketua Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPD HKTI) Provinsi Jambi, Dr. Ir. H. A. R. Sutan Adil Hendra, MM, menegaskan bahwa program hilirisasi crude palm oil (CPO) dan batu bara merupakan kunci utama untuk meningkatkan pendapatan petani, membuka lapangan kerja, serta memperkuat ekonomi kerakyatan di daerah.

Menurut Sutan Adil Hendra, selama ini petani sawit dan masyarakat di sekitar tambang masih berada pada posisi paling rentan karena produk unggulan Jambi sebagian besar dijual dalam bentuk bahan mentah, sehingga sangat bergantung pada fluktuasi harga pasar global.

“Ketika harga CPO atau batu bara turun di pasar internasional, yang paling terdampak adalah petani dan masyarakat lokal. Hilirisasi menjadi solusi agar nilai tambah tidak lari ke luar daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hilirisasi CPO melalui pengembangan industri biodiesel, oleokimia, hingga produk turunan pangan dan nonpangan akan menciptakan rantai ekonomi yang lebih panjang di dalam daerah. Dengan demikian, keuntungan tidak hanya dinikmati pelaku besar, tetapi juga mengalir ke petani, tenaga kerja, dan pelaku usaha lokal.

“Hilirisasi akan mendorong peningkatan harga tandan buah segar (TBS) secara lebih stabil, sekaligus menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar di sektor industri pengolahan,” jelasnya.

Hal yang sama, lanjutnya, berlaku pada sektor batu bara. Menurut Sutan Adil Hendra, batu bara Jambi tidak boleh hanya dipandang sebagai sumber penerimaan jangka pendek, melainkan harus diarahkan pada industri lanjutan yang mampu memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.

“Batu bara harus memberi efek berganda bagi ekonomi daerah, bukan sekadar diekspor mentah lalu habis. Hilirisasi akan menciptakan lapangan kerja dan mengurangi ketergantungan pada sektor primer,” tegasnya.

Sebagai Ketua DPD HKTI Jambi, ia juga mendorong agar kebijakan hilirisasi disertai dengan keberpihakan nyata kepada petani dan tenaga kerja lokal, termasuk melalui kemitraan yang adil, peningkatan keterampilan, serta perlindungan lingkungan.

“Hilirisasi yang ideal adalah hilirisasi yang menyejahterakan petani, memperkuat ekonomi rakyat, dan menjaga keberlanjutan sumber daya alam,” pungkasnya.(*)





Artikel Rekomendasi