JAMBERITA.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi melaporkan bahwa Provinsi Jambi mengalami inflasi sebesar 0,62 persen pada Desember 2025 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat di angka 110,50.
Kepala BPS Provinsi Jambi, Agus Sudibyo, dalam rilis resminya pada Senin (5/1/2026), mengungkapkan bahwa kenaikan ini dipicu oleh melonjaknya harga sebagian besar barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat.
Menurut Agus, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi motor utama inflasi di penghujung tahun tersebut.
"Jika dirinci lebih jauh, komoditas yang memberikan andil besar terhadap inflasi Desember 2025 adalah daging ayam ras, bawang merah, cabai rawit, dan emas perhiasan," terang Agus dalam konferensi pers di Jambi.
Melampaui Target Nasional
Secara kumulatif, sepanjang tahun 2025 (Januari-Desember), Provinsi Jambi mencatatkan inflasi tahunan sebesar 3,71 persen. Angka ini tercatat berada di atas ambang batas sasaran inflasi nasional.
"Kalau bicara target nasional maksimalnya di angka 3,5 persen, maka Provinsi Jambi sudah melampaui target nasional tersebut," ujar Agus.
Tingginya inflasi tahunan ini didorong oleh kenaikan harga yang signifikan pada komoditas daging ayam ras, cabai rawit, bawang merah, dan emas perhiasan dibandingkan dengan harga pada tahun 2024.
Rincian Inflasi Berdasarkan Kelompok Pengeluaran
Berdasarkan data BPS, berikut adalah rincian inflasi tahunan (YoY) Provinsi Jambi menurut kelompok pengeluaran selama tahun 2025:
- Makanan, Minuman, dan Tembakau: 6,49%
- Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya: 10,14%
- Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran: 3,68%
- Rekreasi, Olahraga, dan Budaya: 2,68%
- Pendidikan: 2,20%
- Transportasi: 1,92%
- Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga: 1,25%
- Pakaian dan Alas Kaki: 0,86%
- Kesehatan: 0,59%
Sementara itu, dua kelompok pengeluaran justru mengalami deflasi atau penurunan indeks harga, yaitu kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar -0,34 persen, serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar -0,22 persen.
Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk menjaga stabilitas harga, terutama pada komoditas pangan yang terus menjadi penyumbang utama inflasi di Jambi. (tts)
Artikel Rekomendasi