Bukan Pujian : Warga Pematang Gajah Bangun Jembatan 'JANJI MANIS' dengan Swadaya



Minggu, 04 Januari 2026 - 16:22:38 WIB



Foto : Warga RT 12 Desa Pematang Gajah, Kab Muaro Jambi Iuran Pribadi Untuk Membuat Jembatan Dengan Nama Janji Manis/Jmb.
Foto : Warga RT 12 Desa Pematang Gajah, Kab Muaro Jambi Iuran Pribadi Untuk Membuat Jembatan Dengan Nama Janji Manis/Jmb.

JAMBERITA.COM - Jika biasanya nama jembatan diambil dari nama pahlawan atau tokoh daerah, warga RT 12 Desa Pematang Gajah, Kecamatan Jaluko, punya cara yang jauh lebih "pedas" untuk menamai infrastruktur mereka. Sebuah jembatan yang dibangun secara swadaya kini berdiri dengan nama yang menyayat hati.

Jembatan Janji Manis. Nama ini bukanlah sebuah pujian, melainkan sebuah prasasti kekecewaan. Sebuah kritik keras yang lahir dari perut masyarakat yang kenyang akan janji-janji politik, namun lapar akan aksi nyata pembangunan. 

Sejak Desember 2025, warga tak lagi sudi berpangku tangan menunggu anggaran pemerintah yang tak kunjung turun.

Di bawah komando semangat kebersamaan, mereka merogoh kocek pribadi hingga terkumpul dana sekitar Rp13 juta. Dana tersebut kini telah mewujud dalam bentuk pondasi dasar, gorong-gorong, hingga tembok pengaman (loneng) di sisi kiri dan kanan. Sudarmanto, Bendahara Pembangunan Jembatan, mengungkapkan bahwa urgensi jembatan ini tak bisa ditawar.

"Kami kejar sebelum Tahun Baru kemarin karena kasihan warga yang mau melintas. Sebentar lagi sudah mau puasa dan lebaran. Kalau mau menunggu pemerintah kan lama, tau sendiri lah bagaimana prosedurnya," ujar Sudarmanto kepada jamberita.com via telepon whattsapnya, Minggu (4/1/2026).

Jembatan berukuran 4,5 x 12 meter ini bukanlah jalan tikus biasa. Ini adalah urat nadi perbatasan yang menghubungkan wilayah Muaro Jambi langsung ke Kota Jambi. Lebih menyedihkan lagi, jembatan ini merupakan akses utama menuju pemakaman salah satu Perumahan.

Warga seolah dipaksa mandiri untuk urusan yang seharusnya menjadi kewajiban negara. Pembangunan ini menjadi tamparan keras bagi Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, karena hingga awal 2026, aspirasi pembangunan box culvert yang dijanjikan pada tahun 2025 menguap begitu saja tanpa jejak.

Untuk itu, nama "Janji Manis" dipilih sebagai pengingat abadi bahwa di lokasi ini, pernah ada janji manis oknum pejabat politik yang berujung pahit. Masyarakat RT 12 seolah ingin mengatakan: "Jika kalian gagal membangun jembatan, setidaknya kami bisa membangun harga diri kami sendiri."

Namun, semangat swadaya ini kini terbentur tembok finansial. Dana 13 juta rupiah belum cukup untuk melakukan pengecoran lantai jembatan. Warga pun tak menutup diri bila adanya tangan tangan dermawan atau mungkin pemerintah yang baru terbangun dari tidurnya untuk membantu proses pengecoran dan pengerasan jalan.(afm)





Artikel Rekomendasi