JAMBERITA.COM – Sebuah pameran seni dan budaya bertajuk "Ziarah Suvarnadvipa" resmi dibuka di Museum Kebudayaan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi pada tanggal 6 Desember 2025. Pameran ini bertujuan untuk mengangkat kekayaan sejarah dan spiritualitas Situs Muaro Jambi sekaligus memberikan ruang baru bagi para seniman lokal dan nasional.
Pameran ini merupakan hasil kolaborasi antara Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) dan Billmohdorstudio. Menurut Tuanku M. Radiyan, Public Relations sekaligus Direktur Billmohdorstudio menyampaikan, pameran ini berhasil menarik antusiasme tinggi dengan mencatat lebih dari 3.500 pengunjung sejak dibuka hingga saat ini. Pameran akan berlangsung hingga 14 Desember 2025.
"Ziarah Suvarnadvipa" tidak hanya menampilkan benda bersejarah, tetapi juga menafsirkan kembali nilai-nilai Muaro Jambi melalui berbagai media seni rupa. Beberapa fokus utama dalam pameran tersebut meliputi, Tegak Tiang Tuo: Menggambarkan akar dan pondasi kebudayaan. Budaya Muaro Jambi: Ekspresi visual atas tradisi dan kehidupan masyarakat," katanya kepada jamberita.com, Jum'at (12/12/2025).
Kemudian kata Radiyan, Kontemplasi Dharma itu menekankan pada perenungan tentang kebaikan dan niat baik dari orang-orang yang berziarah ke situs Muaro Jambi. Salah satu karya yang mencuri perhatian adalah lukisan sejadah Muaro Jambi. Lukisan ini menggambarkan candi yang direspons dengan kaligrafi yang dibuat dari tikar anyaman masyarakat Muaro Jambi.
"Karya unik ini merupakan hasil kolaborasi lintas daerah antara seniman dari Cilacap dan Muaro Jambi," tuturnya, Pameran ini juga menghadirkan karya yang merespons legenda dan isu-isu kontemporer.
Mitos Candi Kedaton: Terdapat lukisan dari Candi Kedaton yang menampakkan dua sosok misterius. Lukisan ini berkaitan dengan legenda air sumur di Candi Kedaton yang konon dipercaya dapat membuat orang menjadi awet muda. Karya ini diperkuat dengan hadirnya kendi berisi air sumur Candi Kedaton yang bisa diminum langsung oleh pengunjung.
Selanjutnya, Isu Lingkungan, Seniman Gang Galuh dari Bandung turut berkontribusi dengan lukisan yang memperlihatkan tumpukan pohon yang banyak. Karya ini secara tajam mengkritik kondisi saat ini, yakni maraknya pembalakan liar yang berujung pada bencana banjir akibat penembangan hutan.
Secara keseluruhan, "Ziarah Suvarnapdiva" sukses menjadi medium interaktif yang menjembatani warisan kuno Muaro Jambi dengan ekspresi artistik modern, sekaligus mengajak masyarakat merenungkan sejarah, spiritualitas, dan tantangan lingkungan saat ini.(afm)
Ketua DPRD Tanjab Barat Sambut Kunker Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Mayjen TNI Arief Gajah Mada
Kabar Gembira! Bupati Anwar Sadat Pastikan P3K Paruh Waktu Tanjab Barat Dapat THR
Wabup Katamso Beri Bantuan bagi Warga Kena Musibah di Tungkal Ulu
Kembali ke Alam : Hutan Pinus Jadi Arena Festival Petualangan & Pengerak Ekonomi Kreatif
Hesti Dorong Pakaian Busana Adat Pengantin Jambi Segera Miliki HAKI
Semarak Hari Guru Nasional, Siswa/i Berprestasi SDN se Kota Jambi Tampil Memukau




Danrem 042/Gapu tinjau Progres pembangunan KDKMP dan Jembatan Gantung di Kabupaten Bungo

